Berdasarkan unggahan akun Instagram @koalisipejalankaki, tampak baliho besar dari PAN berfotokan karakter AI caleg DPR RI Uya Kuya dan caleg DPRD DKI Jakarta Astrid Kuya.
Akibat menghalangi akses pejalan kaki itu, tampak pejalan kaki mesti merunduk di bawah bambu agar dapat melintasi trotoar tersebut.
Di lokasi lain, ada juga baliho Prabowo-Gibran dengan karakter AI yang melintang tepat di trotoar yang ada di tengah jalan.
Dengan fenomena itu, Koalisi Pejalan Kaki mengajak warganet untuk menemukan hal serupa dan mengunggahnya dengan tagar #DekatDenganPejalanKaki. Hal itu untuk menyindir para caleg yang memasang baliho tersebut.
"Menunjukkan para calon legislatif dan eksekutif yang hanya sekali masa dalam lima tahun, 'dekat dengan pejalan kaki', dalam artian balihonya di trotoar," tulis akun @koalisipejalankaki, dikutip Senin (15/1).
Koalisi Pejalan Kaki menegaskan bahwa selama ini fasilitas trotoar selalu menjadi korban dari para pengguna jalan yang tak bertanggung jawab
"Di kondisi normal saja fasilitas pejalan kaki sudah banyak terhalang, ini ditambah lagi dengan aneka baliho," ucapnya.
"Baliho parpol manapun, koalisi paslon manapun. Kalo menghalangi akses pejalan kaki sedari kampanye, bagaimana saat mewakili dan memimpin nanti?" tandas akun tersebut.