
Kerusakan pada kapal tanker minyak mentah Al-Salmi berbendera Kuwait. (dok.reuters)
JawaPos.com - Ketegangan di kawasan Teluk Persia kembali memanas setelah sebuah kapal tanker minyak mentah dilaporkan diserang di lepas pantai Dubai pada Selasa pagi. Insiden ini langsung memicu kekhawatiran baru terhadap keamanan jalur energi global dan mendorong harga minyak dunia kembali bergerak naik.
Melansir dari laman reuters, Selasa (31/3) dinformasikan kapal yang diserang adalah Al-Salmi, tanker berbendera Kuwait yang dilaporkan sedang membawa muatan penuh minyak mentah. Menurut pihak pemilik kapal, serangan tersebut menyebabkan kebakaran serta kerusakan pada bagian lambung kapal. Otoritas di Dubai kemudian menyatakan api berhasil dikendalikan, tanpa korban jiwa dan tanpa kebocoran minyak.
Selat Hormuz Kembali Jadi Sorotan
Insiden ini menambah panjang daftar serangan terhadap kapal dagang di kawasan Teluk dan Selat Hormuz, jalur laut vital yang selama ini menjadi salah satu urat nadi distribusi energi dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair global biasanya melewati jalur sempit tersebut.
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump kembali memperingatkan Iran agar membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz. Jika tidak, Washington mengancam akan menyerang infrastruktur energi Iran, termasuk pembangkit listrik dan fasilitas minyak.
Harga Minyak Dunia Langsung Naik
Serangan terhadap kapal tanker ini langsung memberi sentimen negatif ke pasar energi global. Harga minyak mentah sempat melonjak lagi di tengah kekhawatiran terganggunya pasokan dari Timur Tengah.
Berdasarkan laporan terbaru, harga Brent crude sempat bergerak di kisaran US$113 per barel, sementara harga minyak acuan dunia sudah melonjak tajam sepanjang bulan ini akibat konflik yang belum mereda.
Kenaikan harga minyak ini bukan hanya berdampak pada pasar global, tetapi juga mulai menekan harga bahan bakar di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, di mana harga bensin eceran nasional sudah menembus US$4 per galon untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun.
Konflik Meluas ke Berbagai Front
Situasi di Timur Tengah juga menunjukkan eskalasi yang semakin luas. Selain ketegangan di perairan Teluk, serangan rudal dan drone dilaporkan terus terjadi di beberapa titik, termasuk Iran, Israel, Lebanon, hingga wilayah udara yang berdekatan dengan negara-negara NATO.
Di sisi lain, militer Israel terus melancarkan serangan terhadap target yang diklaim sebagai infrastruktur militer Iran dan kelompok sekutunya. Laporan dari media Iran juga menyebut sejumlah ledakan terjadi di beberapa wilayah, disertai gangguan listrik di area tertentu.
AS Tambah Kekuatan Militer, Tapi Diplomasi Masih Berjalan
Di tengah meningkatnya tensi, Amerika Serikat juga dilaporkan mulai mengerahkan tambahan pasukan ke kawasan Timur Tengah. Langkah ini disebut sebagai bagian dari opsi militer yang lebih luas jika situasi terus memburuk.
