Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Januari 2025, 19.51 WIB

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Jalani Interogasi 10 Jam, Tetap Bungkam di Depan Jaksa

Presiden Yoon Suk Yeol. (yonhap) - Image

Presiden Yoon Suk Yeol. (yonhap)

 

JawaPos.com - Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol menghadapi interogasi intensif selama hampir 10 jam setelah ditahan atas tuduhan serius, termasuk memimpin pemberontakan.

Namun, selama sesi interogasi yang dilakukan oleh Badan Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO), Yoon menggunakan haknya untuk tetap diam.

Menurut laporan, interogasi dimulai pada Kamis (16/1) pukul 14.40 waktu setempat, dipimpin oleh kepala jaksa Lee Dae Hwan.

Sesi tersebut berlangsung hingga pukul 16.40, dilanjutkan oleh jaksa Cha Jeong Hyun selama lebih dari satu jam berikutnya. Sebelumnya, pada pagi hari, wakil kepala CIO Lee Jae Seung memimpin sesi selama dua setengah jam.

"Situasinya sama seperti di pagi hari," ungkap seorang pejabat CIO, menegaskan bahwa Yoon terus menolak memberikan pernyataan selama seluruh sesi interogasi.

Setelah interogasi yang berlangsung lebih dari lima jam sebelum makan malam, Yoon dipindahkan ke Pusat Penahanan Seoul di Uiwang, Provinsi Gyeonggi, sekitar pukul 21.40.

Sebagai presiden yang masih menjabat, penahanan Yoon dilakukan dengan pengamanan ekstra. Ia ditempatkan di sel satu penghuni dengan fasilitas standar seperti tempat tidur, seprai, televisi, serta pemanas listrik di bawah lantai untuk kenyamanan. Meski demikian, fasilitas tersebut setara dengan yang diberikan kepada narapidana biasa.

Yoon diperkirakan akan tetap berada di sel tersebut hingga jadwal pemeriksaan lanjutan di Badan Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi pada hari berikutnya. Pihak CIO memiliki waktu hingga Jumat pagi untuk memutuskan apakah akan mengajukan surat perintah penangkapan terhadapnya.

Penahanan Presiden Yoon Suk Yeol mencuri perhatian publik, terutama karena tuduhan pemberontakan yang dialamatkan kepadanya. Sebagai pemimpin negara, kasus ini menimbulkan spekulasi luas terkait implikasi politik dan hukum yang dapat berdampak pada stabilitas pemerintahan Korea Selatan.

Dengan interogasi yang terus berlanjut, perhatian kini tertuju pada langkah berikutnya dari Badan Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi. Akankah Yoon memberikan pernyataan atau tetap menggunakan haknya untuk diam? Publik menanti kelanjutan kasus ini.

 
Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore