
Keluarga Edwards, Pencetus ide Squatty Potty. (CNBC Internasional)
JawaPos.com-Keluarga dari California, Amerika Serikat, berhasil meraih kesuksesan besar setelah menciptakan produk kloset duduk ergonomis yang membantu masalah pencernaan. Ide ini bermula dari pengalaman pribadi salah satu anggota keluarga mereka yang sering kesulitan buang air besar.
Kisah ini diawali dengan kondisi Judy Edwards, ibu dari dua anak, yang sembelit saat buang air besar (BAB). Setiap ia hendak membuang kotoran, Judy selalu uring-uringan.
Berbagai obat sudah ditenggaknya tetapi tidak membuahkan hasil sama sekali. Malahan seiring berjalannya waktu sembelitnya makin menjadi-jadi.
Kesehatan perempuan tersebut semakin memburuk setelah didiagnosis menderita. Lalu, 2010, Judy melakukan konsultasi pada seorang terapis hingga kemudian ia disarankan untuk mengubah cara buang air besarnya.
Seperti kebanyakan orang Amerika Serikat, Judy menggunakan kloset duduk untuk BAB. Namun, diketahui dari sudut pandang medis, penggunaan kloset duduk nyatanya kurang efektif karena tidak memberikan tekanan pada perut, sehingga proses pengeluaran feses menjadi lebih sulit.
Awalnya, Judy selalu jongkok di atas kloset duduknya setiap kali BAB. Namun, posisi tersebut membuatnya merasa sangat tidak nyaman. Untuk mencoba mengatasi masalah ini, ia menggunakan berbagai benda seperti buku, ember, dan peralatan rumah tangga sebagai penopang kakinya agar posisinya menyerupai jongkok. Sayangnya, semua cara tersebut tidak berhasil memberikan kenyamanan yang ia butuhkan.
Di tengah kebingungannya, sang putra yang bernama Bobby membuat sebuah kursi kayu kecil yang berfungsi sebagai penopang kaki Judy saat BAB. Kursi ini membantu Judy mendapatkan posisi ideal yang membuat proses buang air besarnya menjadi lancar. Sejak saat itu, Judy selalu menggunakan kursi tersebut.
Di Indonesia, kursi semacam ini mungkin sudah biasa ditemukan di tukang perabot dengan harga terjangkau. Namun, di Amerika Serikat, kursi jongkok dianggap sesuatu yang unik. Keunikan ini semakin mencuat ketika Edward, anak Judy yang lain, membagikan kursi buatan Bobby kepada teman-temannya saat perayaan Natal, terutama kepada mereka yang juga mengalami sembelit.
Tak disangka, kursi jongkok itu mendapat respons positif. Banyak orang Amerika terkesan dengan manfaatnya dan mendorong keluarga Judy untuk menjualnya secara komersial. Dengan modal awal sebesar USD 35.000, keluarga ini mulai memproduksi kursi jongkok bermerek Squatty Potty dan menjualnya melalui situs web.
Untuk menekan biaya produksi dan membuat produk lebih terjangkau, Judy memutuskan kursi tersebut dibuat dari plastik. Keputusan ini membuahkan hasil ketika mereka menerima pesanan besar pertama, yaitu 2.000 unit kursi dari Tiongkok yang diangkut dengan kontainer besar.
Kloset duduk ergonomis itu mendapatkan sambutan luar biasa dari konsumen. Produk pertama terjual habis dalam waktu kurang dari dua minggu setelah diluncurkan secara resmi. Kini, produk ini telah dipasarkan ke lebih dari 40 negara dengan total pendapatan mencapai Rp 229 miliar.
Paris Smith, CEO dari perusahaan yang didirikan keluarga Edwards, mengatakan bahwa mereka sangat bersyukur atas sambutan positif masyarakat. "Kami tidak pernah menyangka ide sederhana yang berawal dari masalah pribadi ini bisa berdampak sebesar ini," ujarnya.
Selain itu, keluarga Edwards berkomitmen untuk terus mengembangkan produk mereka. Mereka sedang merancang versi terbaru yang lebih ramah lingkungan dan berencana meluncurkan aplikasi pendukung untuk membantu pengguna memantau kesehatan pencernaan mereka. (*)
