Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Januari 2025, 19.56 WIB

JPMorgan Mundur dari Net-Zero Banking Alliance, Semua Bank Besar AS Kini Keluar dari Koalisi Iklim

Logo JPMorgan Chase & Co., salah satu bank terbesar di Amerika Serikat. - Image

Logo JPMorgan Chase & Co., salah satu bank terbesar di Amerika Serikat.

London, JawaPos.com - JPMorgan Chase & Co, salah satu bank terbesar di Amerika Serikat, mengumumkan pengunduran dirinya dari Net-Zero Banking Alliance (NZBA), koalisi perbankan global yang berkomitmen mencapai nol emisi karbon bersih pada 2050. Langkah ini sekaligus menandai keluarnya seluruh enam bank besar AS dari koalisi tersebut dalam kurun waktu satu bulan.

Sebelumnya, Goldman Sachs, Wells Fargo, Citigroup, Bank of America, dan Morgan Stanley telah lebih dulu mengambil keputusan serupa. Dengan hengkangnya JPMorgan, kini semua bank terbesar di AS tidak lagi tergabung dalam aliansi iklim tersebut.

Meskipun JPMorgan tidak memberikan alasan spesifik terkait keputusan tersebut, tekanan politik di AS diduga menjadi salah satu faktor utama di balik langkah ini.

Selama beberapa bulan terakhir, sejumlah politisi Partai Republik menyuarakan kekhawatiran bahwa keterlibatan dalam koalisi iklim seperti NZBA dapat berpotensi melanggar aturan antitrust.

Sebagai informasi, antitrust adalah serangkaian kebijakan yang bertujuan mencegah monopoli dan menjaga persaingan usaha yang sehat. Menurut dugaan tersebut, keikutsertaan bank besar dalam aliansi iklim ini dikhawatirkan menimbulkan kesan kartel atau kolusi yang dapat membatasi kebebasan pasar.

Pihak JPMorgan menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak akan menghalangi langkah perusahaan dalam mendukung transisi energi. “Kami akan terus bekerja secara independen untuk memajukan kepentingan perusahaan, pemegang saham, dan klien kami, serta tetap fokus pada solusi pragmatis untuk mendorong teknologi rendah karbon sambil meningkatkan keamanan energi,” ujar juru bicara JPMorgan dalam pernyataan resminya, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (10/1/2025).

Selain itu, JPMorgan menegaskan bahwa mereka akan tetap mendukung kebutuhan perbankan dan investasi klien yang terlibat dalam transisi energi dan upaya dekarbonisasi di berbagai sektor ekonomi.

Meskipun demikian, keluarnya JPMorgan dan bank-bank besar AS lainnya dari NZBA memicu kekhawatiran di kalangan advokat iklim, yang menilai langkah ini dapat mengurangi komitmen sektor perbankan global dalam mengurangi pendanaan untuk proyek bahan bakar fosil.

Patrick McCully dari Reclaim Finance mengungkapkan bahwa keputusan ini menjadi indikasi berkurangnya prioritas terhadap aksi iklim dalam sektor keuangan. “Langkah ini menunjukkan bahwa prioritas aksi iklim di sektor keuangan mulai memudar, terutama karena bank-bank tersebut masih memiliki investasi besar di sektor bahan bakar fosil,” ujarnya.

Jeanne Martin dari ShareAction menambahkan, “Keputusan ini mengecewakan dan menunjukkan bahwa masih ada tantangan besar dalam memastikan sektor keuangan benar-benar berkontribusi dalam mengatasi perubahan iklim.”

Sementara itu, di tengah mundurnya bank-bank besar AS, beberapa bank Eropa seperti HSBC dan Barclays tetap berkomitmen dalam koalisi tersebut. Bank-bank AS yang lebih kecil, seperti Amalgamated Bank dan Climate First Bank, juga masih mempertahankan keanggotaannya di NZBA.

Net-Zero Banking Alliance (NZBA), yang dibentuk pada 2021 dengan dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bertujuan menyatukan bank-bank global untuk mencapai target nol emisi karbon bersih pada 2050. Namun, keluarnya seluruh bank besar AS dari koalisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap masa depan dan efektivitas NZBA di tingkat global.

Langkah tersebut juga dikhawatirkan dapat memengaruhi dinamika investasi internasional di sektor energi serta menghambat percepatan transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore