Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Januari 2025, 18.19 WIB

Meta Hentikan Pendanaan Program Cek Fakta, Mitra Bersiap Menghadapi Pemangkasan Karyawan

Meta akan menghentikan pendanaan program cek fakta yang memicu pemangkasan karyawan bagi mitranya. - Image

Meta akan menghentikan pendanaan program cek fakta yang memicu pemangkasan karyawan bagi mitranya.

SAN FRANCISCO, JawaPos.com — Keputusan mengejutkan dari Mark Zuckerberg, CEO Meta, untuk menghentikan pendanaan terhadap pemeriksaan fakta di Facebook dan Instagram di Amerika Serikat, telah memicu kekhawatiran di kalangan mitra pemeriksa fakta.

Sejak 2016, Meta telah mengucurkan lebih dari USD 100 juta untuk mendukung organisasi yang disertifikasi oleh International Fact-Checking Network (IFCN) guna melakukan verifikasi konten yang beredar di platform mereka.

Dengan keputusan terbaru ini, banyak organisasi yang terlibat dalam pemeriksaan fakta diperkirakan akan mengalami pemotongan jumlah karyawan mereka. Salah satu dampak langsung dari keputusan Meta ini adalah turunnya pendapatan bagi mitra-mitra yang bekerja dengan perusahaan tersebut.

Alan Duke, salah satu pendiri Lead Stories, yang merupakan mitra pemeriksa fakta Meta, mengonfirmasi bahwa kehilangan kontrak dengan Meta akan mengurangi pendapatan mereka, yang kemudian berimbas pada pengurangan staf.

“Lead Stories akan mengalami penurunan pendapatan akibat hilangnya kontrak dengan Meta, yang akan mengarah pada pengurangan jumlah karyawan,” ujar Duke melalui email, seperti dilansir dari The Guardian, Jumat (10/1/2025). Lead Stories sendiri memiliki sekitar 80 karyawan di seluruh dunia dan juga bekerja dengan ByteDance, induk perusahaan TikTok, selain Meta.

Keputusan Meta ini juga menimbulkan kecemasan di antara organisasi pemeriksa fakta lainnya. Jesse Stiller, editor pelaksana Check Your Fact, afiliasi dari Daily Caller, menyatakan bahwa mereka terkejut dengan langkah tersebut dan tidak yakin akan masa depan organisasi mereka.

“Kami terkejut dengan keputusan ini, dan kami tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan,” kata Stiller. Seorang juru bicara Check Your Fact menyatakan bahwa keputusan ini akan “sangat memengaruhi pekerjaan kami dan menghentikan sebagian besar operasi kami.”

PolitiFact, salah satu organisasi pemeriksa fakta besar lainnya, juga mencatatkan lebih dari 5 persen pendapatannya berasal dari Meta. Mereka mengakui bahwa keputusan ini akan berdampak langsung terhadap finansial mereka.

Meskipun demikian, PolitiFact menegaskan bahwa mereka akan tetap menjalankan tugas mereka. “PolitiFact akan terus melakukan apa yang selalu kami lakukan—memeriksa fakta cerita, postingan, atau klaim untuk memberikan informasi tambahan yang berkualitas tinggi kepada orang-orang,” kata Aaron Sharockman, direktur eksekutif PolitiFact.

Sebelumnya, dalam sebuah postingan blog pada 2022, Meta mengeklaim telah membangun jaringan pemeriksa fakta terbesar di dunia dengan kontribusi lebih dari USD 100 juta untuk mendukung upaya verifikasi informasi sejak 2016. Di antaranya, Meta menyediakan dana darurat senilai USD 1 juta untuk memerangi misinformasi terkait kesehatan pada awal pandemi Covid-19 dan juga dana untuk melawan hoaks terkait krisis iklim.

Namun, meskipun klaim tersebut, beberapa mitra pemeriksa fakta merespons pernyataan Mark Zuckerberg yang menganggap hasil pemeriksaan mereka terpengaruh oleh bias politik. Mereka menegaskan bahwa organisasi mereka berasal dari latar belakang ideologis yang beragam dan akan dikeluarkan dari program jika mereka menyisipkan pandangan politik dalam pekerjaan mereka.

Keputusan Meta untuk menghentikan pendanaan ini jelas memberikan pukulan besar bagi jurnalisme pemeriksaan fakta. Pertanyaannya kini, apakah media dapat mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh kemitraan dengan Meta, terlebih di tengah tantangan besar dalam menyediakan informasi yang akurat dan terpercaya serta serangan terhadap kebebasan pers.

Meski begitu, Lead Stories menyatakan bahwa mereka tidak akan menghentikan operasionalnya. “Kami akan terus beroperasi, karena sebagian besar bisnis kami bukan hanya berasal dari Meta,” kata Duke.

Walaupun keputusan Meta ini berdampak besar, PolitiFact dan organisasi cek fakta lainnya tetap berkomitmen untuk menjalankan misinya.

Mereka akan terus melakukan pemeriksaan fakta dan memberikan informasi yang berkualitas tinggi kepada masyarakat. Di tengah tantangan yang semakin besar, penting bagi organisasi-organisasi ini untuk menjaga integritas jurnalisme dan terus melawan misinformasi di era digital ini.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore