Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Januari 2025, 18.39 WIB

PM Kanada Justin Trudeau Mengundurkan Diri, Imbas Konflik Internal Partai dan Desakan Mundur

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengumumkan pengunduran dirinya Senin (1/6) waktu Kanada. (AP) - Image

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengumumkan pengunduran dirinya Senin (1/6) waktu Kanada. (AP)

JawaPos.com – Setelah sembilan tahun menjabat, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengumumkan pengunduran dirinya pada hari Senin (6/1) waktu setempat.

Keputusan itu menyusul seruan yang terus meningkat agar Trudeau mundur, serta pertempuran atau konflik internal di dalam partainya yang beraliran kiri.

Pria berusia 53 tahun ini telah menjabat sejak 2015. Trudeau mengatakan bahwa ia berencana untuk tetap memegang jabatannya, hingga Partai Liberal yang berkuasa memilih penggantinya setelah kejatuhannya yang mengejutkan.

“Saya adalah seorang petarung, dan bukan orang yang mundur dari sebuah pertarungan, terutama ketika pertarungan itu sepenting ini” “Namun selalu didorong oleh kecintaan saya pada Kanada, oleh keinginan saya untuk melayani warga Kanada, dan oleh apa yang menjadi kepentingan terbaik bagi warga Kanada." ujarnya, dilansir dari New York Post.

"Warga Kanada berhak mendapatkan pilihan nyata dalam pemilihan berikutnya," lanjut Trudeau dalam sebuah konferensi pers di luar rumahnya di Rideau Cottage, Ottawa.

“Menjadi jelas bagi saya, dengan adanya pertarungan internal, bahwa saya tidak bisa menjadi orang yang membawa standar liberal ke dalam pemilihan berikutnya,” ucapnya.

Pengumuman ini muncul setelah Trudeau yang dihantam rentetan seruan untuk berhenti dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah jajak pendapat mengindikasikan berkurangnya dukungan terhadapnya.

Jajak pendapat yang rendah menunjukkan bahwa partainya akan kalah telak dari Partai Konservatif yang dipimpin oleh saingannya, Pierre Poilevre.

Pierre Poilevre masih memimpin untuk pemilihan berikutnya, yang akan diadakan pada akhir Oktober mendatang.

Parlemen Kanada yang tadinya dijadwalkan akan kembali melaksanakan sidang pada tanggal 27 Januari, kini akan ditangguhkan hingga tanggal 24 Maret.

Trudeau berpendapat jika Partai Liberal memungkinkan untuk menyelenggarakan pemilihan kepemimpinan yang kuat dan kompetitif secara nasional untuk menggantikannya.

Dia juga telah meminta pemimpin partainya untuk memulai proses pemilihan pemimpin baru. “Sudah waktunya untuk pengaturan ulang,” kata Trudeau, serta menambahkan bahwa Parlemen telah ‘disita oleh obstruksi, filibuster, dan kurangnya produktivitas’ dalam beberapa bulan terakhir.

“Sudah waktunya untuk menurunkan suhu bagi rakyat untuk memiliki awal yang baru di Parlemen, untuk dapat menavigasi masa-masa yang kompleks ini,” jelas Trudeau.

Justin Trudeau telah mengalami penurunan popularitas dalam beberapa tahun terakhir karena berbagai masalah. Termasuk pengeluaran dan melonjaknya biaya makanan serta perumahan.

Seruan agar dia mundur juga mendapatkan momentum setelah menteri keuangannya, Chrystia Freeland tiba-tiba berhenti bulan lalu.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore