Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 November 2025, 15.54 WIB

Pandji Pragiwaksono Dianggap Lecehkan Suku Toraja karena Dua Hal Ini

Pandji Pragiwaksono menduga Ahok akan nyapres di 2024. (Instagram Pandji) - Image

Pandji Pragiwaksono menduga Ahok akan nyapres di 2024. (Instagram Pandji)

   

JawaPos.com - Komika Pandji Pragiwaksono menuai kontroversi akibat materi stand-up comedy yang dibawakannya. Pandji dianggap melecehkan budaya Toraja, sehingga Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) mendesaknya untuk minta maaf.

Materi stand-up comedy yang dipersoalkan masyarakat Toraja ada dua hal yang dinilai tidak pantas untuk dibawakan oleh Pandji Pragiwaksono karena tidak menghormati budaya Toraja, bahkan terkesan melecehkan masyarakat di sana.

"Ada dua hal yang membuat kami terluka. Pertama, pernyataannya bahwa banyak warga Toraja jatuh miskin karena pesta adat. Kedua, jenazah disimpan di ruang tamu atau depan TV. Itu tidak benar dan sangat menyinggung," kata kata Amson Padolo selaku Ketua PMTI dalam keterangannya.

PMTI sangat menyesalkan sosok cerdas seperti Pandji Pragiwaksono melakukan perbuatan yang melecehkan budaya Toraja dan menjadikannyanya sebagai lelucon.

PMTI mendesak Pandji untuk meminta maaf atas perbuatan yang telah dia lakukan terhadap adat Toraja yang dianggap disalahpahami oleh banyak orang, termasuk oleh Pandji.

"Kami menuntut Pandji meminta maaf secara terbuka. Ini menjadi pelajaran bagi semua agar tidak seenaknya mempermainkan budaya orang lain meski tujuannya hanya bercanda," katanya.

PMTI menyatakan bahwa Rambu Solo bukanlah pesta kemewahan sebagaimana diungkapkan Pandji. Itu merupakan sebuah upacara sebagai bentuk penghormatan terakhir untuk orang yang meninggal dunia.

PMTI menegaskan bahwa upcara itu memiliki makna yang cukup dalam. Selain bentuk penghormatan terakhir, ada juga nilai solidaritas, kekerabatan, gotong royong, cinta kasih, penghargaan terhadap kehidupan, dan lain-lain.

Materi lawakan yang dipersoalkan PMTI dari Pandji Pragiwaksono sejatinya bukan materi baru. Itu adalah materi lama saat dibawakan dalam dalam acara "Mesakke Bangsaku" pada 2013 silam.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore