JawaPos.com - Setelah sebelas tahun, T.O.P, menghilang dari hiruk-pikuk dunia hiburan di Korea Selatan, kini T.O.P kembali melakukan wawancara dengan media perihal aktingnya untuk membahas serial 'Squid Game' Season 2.
T.O.P membahas bagaimana dirinya bisa bergabung di serial 'Squid Game' Season 2, dan mengembangkan karakter Thanos yang menimbulkan rasa tidak nyaman.
Selain itu, T.O.P membahas bagaimana secara tidak langsung musik mampu menolongnya saat berada dititik terendah, walaupun sudah tidak bersama BIGBANG.
BIGBANG memulai debutnya pada bulan Agustus 2006 dengan berbagai lagu hits, seperti 'Lies,' 'Haru Haru,' dan 'Bang Bang Bang.'
Ini salah satu awal ekspansi global K-pop, tetapi grup ini kemudian hiatus setelah anggota yang terlibat skandal, Seungri yang keluar pada tahun 2019, diikuti oleh kepergian T.O.P pada tahun 2023.
Terlepas dari keinginan para penggemar untuk comeback dengan grup lengkap, T.O.P menyatakan pengunduran dirinya dalam siaran langsung di media sosialnya bulan Februari 2020.
“Saya tidak akan kembali ke Korea, dan saya tidak akan kembali (ke industri hiburan) sama sekali,” ungkapnya dalam siaran tersebut.
Ketika berita tentang casting T.O.P di serial 'Squid Game' Netflix tersebar, membuat banyak orang mempertanyakan mengapa ia mengubah keputusannya untuk pensiun.
Choi Seung Hyun menggambarkan usia 30-an sebagai periode 'waktu yang hilang,' yang dipenuhi dengan rasa malu yang luar biasa, kebencian terhadap diri sendiri, dan introspeksi yang mendalam.
“Selama tujuh tahun terakhir, saya hidup hampir terisolasi dari masyarakat, menghabiskan sebagian besar waktu saya di rumah dan di studio musik."
"Jadi saya terus mengerjakan musik dalam kegelapan dan alasan melakukan itu bukan karena alasan lain, tetapi karena musik adalah satu-satunya tempat di mana saya bisa bernafas, ketika saya membuat musik dan berdiri di depan mikrofon."
"Saya pikir saya membuat musik untuk bertahan hidup,” jelas mantan rapper di boy group BIGBANG tersebut, dalam wawancaranya bersama Korea Times.
“Jadi saya menulis banyak sekali lagu, hanya dengan mendengarkan kegelapan hati dan gejolak batin saya sendiri."
"Saya ingin menyembuhkan diri sendiri melalui musik, dan saya ingin berbagi musik dengan penggemar dengan cara tertentu.”
Setelah tahun-tahun penuh gejolak di industri hiburan, T.O.P membayangkan kehidupan yang lebih biasa di usia 40-an, kehidupan yang mencerminkan pengalaman pemuda lainnya di Korea Selatan.
“Tujuan utama saya adalah membangun kehidupan yang stabil dan tidak terlalu dramatis,” katanya.
“Saya ingin mencapai titik, di mana dapat bangun tanpa dibombardir oleh berita negatif dan merasa lebih damai,” lanjutnya tentan visi untuk kehidupannya.
***