Logo JawaPos
author-avatar - Image
Dery Ridwansah
08 Maret 2026, 11.11 WIB

Merawat Arsip Tua, Menjaga Ingatan tentang Indonesia

Di rumah di kawasan Sidorejo, Semarang Timur, waktu seperti berjalan lebih pelan. Di balik lemari-lemari kaca dan kardus besi yang tersusun rapat, ribuan lembar kertas menguning
1 / 11
Di rumah di kawasan Sidorejo, Semarang Timur, waktu seperti berjalan lebih pelan. Di balik lemari-lemari kaca dan kardus besi yang tersusun rapat, ribuan lembar kertas menguning
Di rumah di kawasan Sidorejo, Semarang Timur, waktu seperti berjalan lebih pelan. Di balik lemari-lemari kaca dan kardus besi yang tersusun rapat, ribuan lembar kertas menguning beristirahat dalam diam. Aroma khas kertas tua menyeruak setiap kali pintu lemari dibuka, perpaduan debu halus, usia, dan jejak tangan-tangan masa lalu. Di sanalah Po Han beserta Istri menjaga ingatan tentang Indonesia. Bagi Po Han, arsip bukan sekadar benda koleksi. Ia adalah jendela untuk memahami Indonesia dari dekat—bagaimana bahasa berubah, bagaimana iklan mencerminkan zaman, bagaimana berita membentuk opini publik. Bahkan perangko, katanya, bisa menjadi alat propaganda negara yang menarik dikaji dalam pameran tematik. Rumahnya pun perlahan berubah fungsi. Bukan hanya gudang pribadi, tetapi ruang belajar. Mahasiswa, peneliti, hingga pegiat literasi kerap datang melihat-lihat koleksi. Dia beberapa kali juga terlibat pameran, membawa sebagian ingatan itu keluar dari lemari, agar bisa dibaca ulang oleh generasi kini. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore