
Ilustrasi wanita minum air putih saat bangun tidur.
JawaPos.com – Tubuh manusia terdiri dari 75 persen air dan setiap harinya tubuh mengeluarkan cairan. Jadi sangat penting mengganti air yang hilang untuk menjaganya tetap terhidrasi.
Salah satu cara supaya tubuh terhidrasi, yakni mencoba terapi air ala Jepang yang melibatkan minum air putih beberapa gelas bersuhu ruang atau air hangat setiap pagi.
Terapi air ala Jepang merupakan praktik kesehatan yang memiliki potensi manfaat bagi kesehatan dengan mengonsumsi empat sampai lima gelas air sesuai suhu ruangan saat bangun tidur dan menunggu 45 menit sebelum sarapan.
Lalu, ketika makan harus selesai dalam jangka waktu 15 menit dan menunggu setidaknya dua jam sebelum makan lagi atau minum sesuatu, seperti dikutip dari Healthshots, Jumat (1/12).
Melakukan teknik terapi air ala Jepang bisa bantu mengaktifkan fungsi tubuh, menyinkronkan waktu makan dan minum yang dianggap memfasilitasi pembersihan usus, serta menyembuhkan kondisi kesehatan tertentu.
Terapi air ala Jepang juga berdampak positif pada kulit, berkontribusi agar lebih sehat, mengatur pergerakan usus, cegah sembelit, batu ginjal, sakit kepala, dan menyeimbangkan tingkat pH tubuh.
Minum air terutama sebelum makan secara tak langsung dapat menciptakan rasa kenyang dan mengurangi asupan kalori saat makan, sehingga dapat menurunkan berat badan serta mendetoks tubuh, kata ahli gizi Madhura L. Gurav.
Disarankan pula melakukan metode tepat dalam terapi air ala Jepang, seperti kapan dan berapa banyak air yang dikonsumsi, sebelum terbukti sebagai strategi penurunan berat badan yang efektif.
Pengelolaan berat badan melibatkan interaksi dari berbagai faktor yang kompleks termasuk pola makan, aktivitas fisik, genetika, dan gaya hidup secara keseluruhan.
Meski menjaga hidrasi sangat penting untuk kesehatan, jika hanya mengandalkan praktik konsumsi air guna turunkan berat badan tak akan memperoleh hasil yang diinginkan.
Adapun cara mempraktikkan terapi air ala Jepang yang benar:
Kendati demikian, ada baiknya mengetahui potensi efek samping dari asupan air berlebihan atau perubahan kebiasaan yang tiba-tiba seperti overhidrasi atau keracunan air.
Overhidrasi ditandai mengonsumsi terlalu banyak cairan dalam waktu singkat menyebabkan hiponatremia atau gangguan keseimbangan elektrolit dan memicu gejala seperti mual, sakit kepala, dan kejang.
