Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Agustus 2022, 14.48 WIB

Prof Dr Mochammad Isnaeni Tetap Bugar di Usia 80 Tahun

SELAMAT ULANG TAHUN: Prof Dr Mochammad Isnaeni menerima kue ulang tahun dari para mahasiswanya dengan disaksikan para koleganya. Prof Isnaeni adalah guru besar di FH Unair. (Alfian Rizal/Jawa Pos) - Image

SELAMAT ULANG TAHUN: Prof Dr Mochammad Isnaeni menerima kue ulang tahun dari para mahasiswanya dengan disaksikan para koleganya. Prof Isnaeni adalah guru besar di FH Unair. (Alfian Rizal/Jawa Pos)

Penampilan Prof Mochammad Isnaeni tetap segar. Di kampus Fakultas Hukum Universitas Airlangga, dia tak hanya dijuluki Burgerlijk Wetboek (BW) berjalan. Tapi, juga profesor gadget.

WAHYU ZANUAR BUSTOMI, Surabaya

TAMPIL dengan jas dan berdasi bisa dikatakan jarang dilakukan Prof Isnaeni. Apalagi mengenakan celana kain dan sepatu pantofel. Saat mengajar di Fakultas Hukum Unair, dia biasa memakai jins dan sepatu kets. Tak lupa, smart watch selalu melengkapi gayanya.

Penampilannya yang nyentrik dan santai itu sempat menjadi omongan di kampus. Namun, Prof Isnaeni punya alasan tersendiri terkait gayanya tersebut: biar bisa enjoy saat menyampaikan materi.

Prof Isnaeni memang kurang suka dengan gaya formal. Alasannya beragam. Misalnya, saat mengenakan dasi. Menurut dia, dasi membuatnya terikat di leher sehingga menghambat saat berbicara menyampaikan materi.

”Memang dikenal agak nakal pas kuliah karena selalu pakai jins,’’ ucapnya, lantas tertawa.

Yang pasti, tampil formal dengan jas dan dasi dilakukan Isnaeni saat momen penting saja. Misalnya, Sabtu pekan lalu. Tepatnya ketika peringatan acara ulang tahunnya yang ke-80. Momen itu sekaligus digunakan untuk peluncuran buku Perkembangan Hukum Keperdataan di Indonesia.

Hari itu, raut wajah Prof Isnaeni begitu berbinar. Bibirnya selalu tersenyum. Sesekali dia juga melempar tawa. Apalagi saat mendapat kejutan kue ulang tahun. Ditemani sang istri, Arijani, dia begitu gembira sekaligus terharu.

Dalam kesempatan itu, anak didiknya tidak hanya membuat acara perayaan ulang tahunnya. Tapi, juga mempersembahkan sebuah buku untuknya.

Di kalangan dunia hukum, Prof Isnaeni memang tidak asing lagi. Dia telah mencetak banyak pakar hukum juga. Salah satunya Prof Dr Sogar Simamora yang tak lain adalah guru besar di FH Unair. ’’Promotor saya saat S-3 ya beliau, Prof Isnaeni,’’ ucap Prof Sogar Simamora yang sekaligus ketua panitia acara siang itu.

Di kalangan anak didiknya, pria kelahiran 12 Agustus 1942 itu dijuluki Burgerlijk Wetboek (BW) atau Kitab Undang-Undang Hukum Perdata berjalan. Kitab yang berisi ribuan pasal.

Prof Isnaeni tak pernah menghafalkan pasal-pasal itu. Namun, dia lebih banyak menganalisis. Setiap mengajar, dia tak pernah membawa buku. Mahasiswa cukup menyediakan papan tulis, spidol, dan penghapus. ’’Kalau menghafal, risikonya lupa,’’ ucapnya.

Baginya, usia bukanlah halangan untuk berkarya. Ada cara unik yang rutin dilakukannya saat menulis buku. Yaitu, datang dan nongkrong di mal. Melihat banyak orang berlalu-lalang sembari menikmati minuman adalah kegiatan yang sangat dia sukai. Sebab, cara itu justru bisa menelurkan ide dalam tulisannya. Kalau capek, guru besar Unair itu tinggal menutup iPad atau laptop yang dibawanya.

Ada tips hidup sehat yang dilakukan Prof Isnaeni. Setiap pagi setelah sarapan, satu siung bawang putih mentah selalu dikonsumsi. Begitu juga cuka apel dari AS. Agar tidak terlalu asam, cuka apel itu selalu diminum dengan campuran madu.

Di usia 80 tahun, dia berpesan kepada para anak didiknya. Mereka harus bisa mengembangkan hukum perdata yang ada di Indonesia. Tentunya menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Terlebih, banyak anak didiknya yang sekarang memiliki profesi mentereng. Mengingat, hukum perdata selalu berhubungan dengan masyarakat. Setiap hari banyak digunakan masyarakat. ’’Jangan meniru saya yang jadi guru saja. Kalian hebat semua,’’ ucapnya di hadapan anak didiknya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore