
KAPAL WISATA: Dengan kapal pinisi, warga bisa menyusuri tepi laut untuk melihat keindahan Suramadu. (Pelindo Properti Indonesia untuk Jawa Pos)
Para pengunjung wisata Surabaya North Quay (SNQ) kini punya hiburan anyar. Tidak hanya nongkrong, makan, dan melihat kapal bersandar. Wisatawan juga bisa menaiki kapal pinisi, melihat cagar budaya, dan berlayar menuju Jembatan Suramadu.
EKO HENDRI SAIFUL, Surabaya
KAPAL pinisi Flores Utama Indah jadi primadona anyar pengunjung Pelabuhan Tanjung Perak. Banyak orang yang penasaran dan ingin menaikinya. Bentuk kapal yang artistik jadi daya tarik bagi masyarakat Kota Pahlawan.
Sejak didatangkan Februari lalu dari Labuan Bajo, aktivitas kapal pinisi memang padat. Long trip ke sejumlah pulau terpencil di kawasan Madura sudah dilakoni. Kini kapal menetap di Dermaga Ujung, Pelabuhan Tanjung Perak.
Meski begitu, bukan berarti kapal menganggur. Justru aktivitasnya semakin padat. Sebab, PT Pelindo Properti Indonesia (PPI) bersama pemilik kapal menggelar kegiatan Berlayar Tepi Laut (BTL) secara rutin untuk meramaikan wisata pelabuhan.
Ada short trip yang ditempuh kapal pinisi. Rutenya, Pelabuhan Tanjung Perak–Jembatan Suramadu pulang-pergi (PP). Kegiatan berlayar sambil menikmati pemandangan di sekitar pelabuhan tampak mengasyikkan.
Dan keseruan itu terlihat saat rombongan Universitas Ciputra melakukan kegiatan Special Trip, Sail with Pinisi Boat akhir bulan lalu. Ada 22 orang yang mengikuti kegiatan berlayar. Mereka tampak senang bisa menaiki kapal yang dirancang pada 2017 tersebut. ”Rasanya senang banget. Kami bisa belajar banyak tentang pinisi,’’ kata Vechia Pozinky, salah seorang peserta kegiatan berlayar.
Mahasiswa UC itu berkali-kali selfie di atas kapal. ”Mumpung ada pemandangan menarik,’’ tambah Vechia sambil tersenyum. Ungkapan serupa dilontarkan peserta yang lain. Mereka kagum dengan keperkasaan kapal pinisi. Laju kapal bisa dipercepat atau diperlambat. Angkutan wisata itu juga bisa dibuat diam dan mengapung sambil menunggu penumpangnya selfie.
Program BTL digelar setiap hari. Perjalanan wisata dimulai dari Pelabuhan Tanjung Perak. Selain kawasan pelabuhan, kapal juga mengunjungi kaki Jembatan Suramadu.
”Bukan hanya menunjukkan keindahan alam. Kami juga ingin memberikan pengetahuan terkait kepelabuhanan,’’ kata Manajer Pemasaran PT PPI Mahde Kumar.
Menurut dia, selama bulan puasa lalu kegiatan digelar sore. Ada paket buka puasa bersama (bukber) di kapal pinisi. ”Kenapa sore? Karena kami ingin mengajak penumpang melihat terbenamnya matahari dari atas kapal,’’ tambah Mahde.
Saat ini proses menunggu sunset dari atas kapal memang cukup digandrungi. Terutama oleh kaum milenial. Banyak anak muda yang menikmati momen terbenamnya matahari bersama teman dan sang kekasih.
Mahde menjelaskan, peluncuran program tersebut dilatarbelakangi banyak hal. Di antaranya, tingginya potensi wisata di kawasan pelabuhan. Pemandangan alam di sekitar Selat Madura cukup menarik.
Tidak hanya suasana pelabuhan dan Jembatan Suramadu. Dari atas kapal, penumpang juga bisa menyaksikan sejumlah bangunan lawas di sekitar Pelabuhan Kalimas. Misal, Menara Kesyahbandaran yang tercatat sebagai peninggalan zaman kolonial.
Nasrulloh, marketing kapal pinisi Flores Utama Indah, menyebut bahwa angkutan itu memang dikhususkan untuk wisata. Desainnya dirancang lebih nyeni. Hal tersebut bisa dilihat dari bentuk dan layarnya.
”Ini kapal pinisi Bugis. Penggunaannya untuk wisata,’’ kata Nasrul.
Dia menjelaskan bahwa kapasitas kapal mencapai 30 orang. ”Meski kecil, kapal sudah teruji kekuatannya. Bisa dipakai melawan ombak untuk jarak puluhan mil,’’ jelas Nasrul.
Dia menjelaskan, kapal yang memiliki panjang 25 meter itu sebenarnya tidak hanya melayani short trip. Namun, juga long trip. Perjalanan jarak jauh biasanya dilakukan selama tiga hari dua malam. Artinya, penumpang harus menginap di dalam kapal selama kegiatan berlayar berlangsung.
