Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Mei 2023, 23.53 WIB

Film Dokumenter Joshua Tree Beri Bukti Anak Autis Bisa Berkembang

Jumpa pers film dokumenter Joshua Tree. - Image

Jumpa pers film dokumenter Joshua Tree.

JawaPos.com - Joshua Tree, film dokumenter dengan pesan positif dibuat dan kini bisa ditonton publik secara gratis melui www.joshuatree.id dalam periode terbatas pada 5-13 Mei 2023. Film berdurasi 23 menit ini digarap oleh sutradara George Arif bersama tim produksinya, Jeruk Bali. Film ini memberikan wawasan positif kepada para penonton bahwa anak autis dalam skala berat masih bisa maju berkat dukungan dan cinta tulus dari orang-orang terdekatnya.

George Arif mengatakan, project film dokumenter ini dipersiapkan cukup lama diawali dari proses observasi mendalam tentang kehidupan anak autis. Project film dokumenter ini dibuatnya setelah melalui pembicaraan cukup panjang bersama Dr. Deibby Mamahit, orang tua Joshua.

“Secara organik selama beberapa tahun, saya diberi berkah untuk terlibat dalam beberapa film dokumenter tentang menjadi inklusif, tentang kawan difabel. Menarik. Cukup lama saya mengobservasi bagaimana belum siapnya kita menerima kawan-kawan ini. Apalagi kawan yang terlihat 'berbeda' secara kasat mata, seperti teman dalam spektrum autisme atau teman dengan hydrocephalus misalnya," katanya dalam keterangan tertulis diterima JawaPos.com, Rabu (10/5).

Dia tertarik menggarap film Joshua Tree karena cerita dan pesan yang hendak disampaikan bagus dibuat dengan penceritaan sinematik. Film ini diproduksi selama sekitar 2 tahun dengan footage yang kebanyakan terdiri dari rekaman online meeting dan kamera telepon genggam.

Proses pengerjaannya melibatkan keluarga Joshua sebagai kru supaya lebih mudah dan dekat. George Arif menyebut, kesulitan terjadi pada pasca produksi.

"Kita berenang dalam lautan rekaman online meeting yang puluhan jam dan kamera yang gelap terang bergoyang-goyang karena tidak dioperasikan oleh kru profesional. Namun, kedekatan personal ibu, kakak dan pengasuh Joshua jauh lebih berpengaruh pada kekuatan isi dan cerita, ketimbang kecanggihan kru profesional," katanya.

Setelah sekitar 2 tahun pengerjaan, film Joshua Tree direncanakan tayang di sejumlah negara. Sejauh ini film Joshua Tree terpilih sebagai Official Selection London Best Documentary Award. Film ini rencananya akan ditayangkan di sejumlah daerah di tanah air dan juga akan tayang di Singapura.

"Harapannya lokasi pemutaran dapat bertambah agar merangkul lebih banyak orang untuk melihat bahwa ada potensi luar biasa dalam individu autistik. Film Joshua Tree juga bisa menjadi inspirasi untuk setiap orang yang sedang mendampingi orang tersayang dengan autisme agar tidak berputus asa dan terus bersemangat dalam menjalani hari-harinya," tuturnya.

Dr. Deibby Mamahit, ibunda dari Joshua mengatakan bahwa film Joshua Tree yang digarap pada masa pandemi, memiliki pesan penting tentang cinta dan pengharapan. Bahwa individu dengan kehidupan autis sekalipun bisa terus berkembang dan belajar.

"Jangan pernah menyerah. Nikmati mereka dan keistimewaan yang mereka punya. Manusia adalah bagian dari alam dan dapat dimetaforakan sebagai pohon. Seorang anak dalam spektrum autisme sangat memerlukan keluarganya," paparnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore