
Tim produksi drama KBS di Akademi Konfusianisme Byeongsanseowon. (Allkpop)
JawaPos.com–Salah satu stasiun televisi Korea Selatan, KBS telah mengeluarkan permintaan maaf secara terbuka.
KBS mengkonfirmasi, bahwa saat syuting tim produksi untuk drama baru The First Night With the Duke, yang dibintangi Seohyun SNSD dan Taecyeon 2PM telah menyebabkan kerusakan pada Akademi Konfusianisme Byeongsanseowon, sebuah situs warisan dunia UNESCO.
Stasiun televisi ini telah mengeluarkan permintaan maaf resmi atas insiden tersebut, mengakui kekhawatiran yang disampaikan oleh publik. dan menjanjikan tindakan cepat untuk mengatasi situasi tersebut.
”Kami dengan tulus meminta maaf, atas kekhawatiran yang ditimbulkan oleh insiden ini kepada para pemirsa. Tim produksi telah mendapatkan izin sebelumnya, untuk membuat film di Akademi Konfusianisme Byeongsanseowon di Andong tahun lalu,” ucap pernyataan KBS dilansir dari Allkpop.
Namun demikian, selama pemasangan alat peraga, seorang pengunjung situs menyampaikan kekhawatiran tentang penggunaan paku yang tidak pantas, pada warisan budaya tersebut. KBS mengakui beratnya situasi ini, dan sangat menyesalkan apa yang terjadi di lokasi.
”Kami saat ini sedang menyelidiki insiden tersebut, dan mendiskusikan metode terbaik untuk pemulihan. Tim drama berkolaborasi dengan perwakilan Akademi Konfusianisme Byeongsanseowon, untuk memeriksa kerusakan dan melanjutkan upaya pemulihan,” tandas mereka.
”Selain itu, kami akan secara aktif melakukan tindakan untuk mencegah insiden serupa dan mengatasi potensi dampak lebih lanjut. Kami sekali lagi meminta maaf kepada semua orang, atas insiden yang merugikan ini terkait dengan syuting drama ini,” imbuh mereka.
Kerusakan pada Akademi Konfusianisme Byeongsanseowon telah menimbulkan keprihatinan serius, mengenai perlunya peraturan yang lebih ketat ketika membuat film di situs budaya dan sejarah. Permintaan maaf KBS dan komitmen mereka untuk melakukan restorasi, dan tindakan pencegahan bertujuan untuk meyakinkan publik.
Tetapi insiden ini berfungsi sebagai pengingat akan keseimbangan yang diperlukan, untuk melindungi warisan budaya kita sambil mengejar proyek-proyek kreatif.
