Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Maret 2026, 21.43 WIB

Boy Thohir Siapkan Buyback Rp 4 Triliun, Optimistis ADRO dan Pasar Modal RI Cerah

Boy Thohir usai memberikan santunan kepada anak yatim di Masjid At Thohir, Depok, Jawa Barat, Senin (16/3). (Nanda Prayoga/JawaPos.com) - Image

Boy Thohir usai memberikan santunan kepada anak yatim di Masjid At Thohir, Depok, Jawa Barat, Senin (16/3). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pengusaha nasional Garibaldi “Boy” Thohir kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan pasar modal Tanah Air melalui rencana pembelian kembali (buyback) saham ADRO milik PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kepercayaan terhadap perekonomian nasional sekaligus mendorong peran investor domestik di bursa saham.

Boy Thohir menyampaikan bahwa aksi buyback tersebut mencerminkan keyakinannya terhadap kondisi fundamental perusahaan yang tetap kokoh di tengah berbagai tantangan ekonomi global.

“Saya percaya bahwa ADRO serta pasar modal Indonesia memiliki prospek jangka panjang yang sangat baik," ujar Boy Thohir usai memberikan santunan kepada anak yatim di Masjid At Thohir, Depok, Jawa Barat, Senin (16/3).

Ia menilai performa perusahaan selama ini menunjukkan dasar bisnis yang kuat dan berkelanjutan. “Kenapa kita buyback? Karena kita yakin bahwa fundamentalnya bagus. Dan kita bisa lihat itu,” ujar Boy Thohir.

Lebih lanjut, ia memandang dinamika global yang tidak menentu justru menegaskan pentingnya kekuatan sumber daya yang dimiliki Indonesia. Menurutnya, konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok dunia kerap berdampak pada lonjakan harga komoditas energi.

Boy Thohir menilai Indonesia memiliki posisi strategis karena ditopang oleh kekayaan sumber daya energi yang beragam, mulai dari batu bara hingga energi terbarukan.

“Kita bersyukur Indonesia punya batubara, geothermal, hydro, juga solar. Nah itulah yang menunjukkan kenapa negara kita memiliki comparative advantage yang negara lain tidak punya,” ujar Boy.

Ia menambahkan, keunggulan tersebut menjadi nilai lebih yang membuat Indonesia memiliki daya saing dibandingkan negara lain di kawasan.

Untuk merealisasikan rencana buyback, perusahaan telah menyiapkan dana sekitar Rp4 triliun yang berasal dari kas internal.

Sebagai bagian dari tahapan korporasi, ADRO dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 April 2026. Jika mendapatkan persetujuan, program buyback akan mulai dilaksanakan pada 20 April 2026 secara bertahap melalui Bursa Efek Indonesia, dengan jangka waktu pelaksanaan maksimal 12 bulan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore