
Ilustrasi persaingan di bidang jasa pengiriman dan logistik sangat kompetitif. (Istimewa)
JawaPos.com-Kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri kini menjadi tantangan serius di banyak sektor pekerjaan di Indonesia. Termasuk bidang logistik.
Di tengah lonjakan permintaan tenaga kerja akibat pesatnya pertumbuhan e-commerce dan rantai pasok digital, banyak lulusan perguruan tinggi dinilai belum siap menghadapi realitas kerja di lapangan.
Melihat kondisi itu, J&T Cargo memperluas program kolaborasi dengan berbagai kampus untuk memperkuat link and match antara dunia pendidikan dan industri. Langkah ini menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem talenta logistik nasional yang kompetitif dan adaptif terhadap perubahan teknologi.
Menurut Shahin Maulana, Talent Acquisition & Employer Branding Manager J&T Cargo, inisiatif ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri.
“Kami percaya, membangun hubungan erat antara dunia pendidikan dan industri adalah kunci untuk menyiapkan SDM yang relevan dengan tantangan masa depan. Setiap kegiatan yang kami jalankan membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktik nyata di dunia logistik modern,” ujar Shahin melalui keterangannya.
Sejak 2024, lanjut dia, pihaknya menggandeng sejumlah universitas seperti BINUS University, Universitas Bunda Mulia, Universitas Ma Chung, Universitas Universal, dan Universitas Prima Indonesia untuk menghadirkan program pengembangan kompetensi mahasiswa.
Kegiatan yang digelar meliputi sharing session, campus job fair, office tour, hingga walk-in interview langsung di kampus. Dari program tersebut, lebih dari 50 mahasiswa telah direkrut melalui jalur magang dan Management Trainee untuk ditempatkan di berbagai divisi operasional.
Untuk memperluas akses pembelajaran berbasis industri, perusahaan juga membangun berbagai pelatihan lintas negara, seperti kursus Excel for Business, bahasa Mandarin, fotografi, desain UI/UX, hingga program pembelajaran di Shanghai bagi karyawan berprestasi.
Program semacam ini, menurut pengamat ketenagakerjaan, bisa menjadi contoh kolaborasi yang relevan di tengah lemahnya sinergi antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
Sektor logistik sendiri disebut sebagai salah satu bidang paling terdampak transformasi digital, dengan permintaan tenaga kerja berbasis data dan otomasi yang meningkat tajam.
Menurut data Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), hanya sekitar 30 persen tenaga kerja logistik yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri, terutama di bidang digitalisasi dan manajemen data.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa persoalan link and match bukan sekadar isu akademik, tetapi menyangkut daya saing ekonomi nasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022