Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Desember 2025, 16.50 WIB

Sering Gagal Interview Kerja? Pakar Ungkap 5 Rahasia "Memoles" Jawaban Agar Dilirik HRD

Ilustrasi orang yang cerdas dan kaya raya. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang cerdas dan kaya raya. (Freepik)

JawaPos.com - Banyak pelamar kerja dengan CV mentereng justru tumbang di tahap wawancara. Masalahnya seringkali bukan karena kurang kompeten, tapi karena terlalu "jujur" tanpa strategi.

Pakar Wawancara dan Pendiri Interviewology, Anna Papalia, mengungkapkan bahwa wawancara kerja bukan sekadar ajang adu kejujuran, melainkan seni mempresentasikan diri. Menurutnya, ada beberapa jawaban yang perlu "dipoles" agar Anda tidak terlihat sebagai kandidat yang berisiko.

Dikutip dari Your Tango, Rabu (24/12), berikut adalah 5 hal yang sebaiknya tidak Anda sampaikan apa adanya saat interview kerja:

1. Visi 5 Tahun ke Depan: Fokus pada Perusahaan

Pertanyaan klasik ini sering dijawab dengan rencana pribadi seperti ingin lanjut S2, menikah, atau pindah jalur karier. Meski itu kenyataan, Anna Papalia menyarankan untuk mengerem jawaban tersebut.

"Tidak ada yang mau mendengar Anda mengatakan bahwa Anda membayangkan diri Anda kuliah pascasarjana atau menikah dan memiliki anak," kata Papalia.

Perusahaan ingin memastikan investasi mereka pada Anda tidak sia-sia. Alih-alih jujur soal rencana pribadi, fokuslah pada loyalitas.

"Yang ingin kami dengar dari Anda adalah, ‘Saya melihat diri saya di organisasi ini," jelas Papalia.

2. Alasan Pindah Kerja: Hindari Curhat Negatif

Pindah kerja karena gaji kecil atau bos yang "toxic" memang umum terjadi. Namun, mengatakannya secara gamblang bisa menjadi bumerang. Anda bisa dianggap sebagai orang yang mudah mengeluh.

Papalia menyarankan untuk membingkai alasan tersebut dengan narasi profesional. "Katakan sesuatu seperti, ‘Saya sudah merasa posisi saya tidak lagi sesuai dengan kemampuan saya dan saya mencari tantangan baru," sarannya.

3. Jangan Pernah Menjelekkan Atasan Lama

Ini adalah aturan emas dalam dunia rekrutmen. Sekalipun Anda bekerja untuk bos paling buruk sekalipun, jangan pernah membongkar aib mereka di depan calon atasan baru.

"Saya tidak peduli meskipun Anda bekerja untuk bos terburuk dan paling suka mengontrol di dunia, kami tidak ingin mendengar Anda membicarakan hal itu dalam wawancara," tegas Papalia. Sikap ini menunjukkan kedewasaan emosional dan profesionalisme Anda.

4. Pilih Hobi yang Memberi Nilai Tambah

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore