Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 November 2025, 01.12 WIB

Kilang Balikpapan Masuki Tahap Baru, RFCC Mulai Dioperasikan

Kilang Balikpapan. (Dok. Pertamina) - Image

Kilang Balikpapan. (Dok. Pertamina)

JawaPos.com - Kilang Pertamina Internasional (KPI) terus memperkuat kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional. Salah satunya melalui proyek strategis Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan-Lawe Lawe.

“Pada 10 November lalu, KPI telah memulai proses pengoperasian awal salah satu unit utama yang berperan penting hasil proyek RDMP Balikpapan, yaitu unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Ini akan menjadi satu bukti kemampuan KPI dalam menghasilkan produk BBM tidak hanya secara kuantitas tetapi juga kualitas yang jauh lebih baik,” kata Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani dalam keterangannya.

Milla menambahkan, unit RFCC merupakan representasi dari kemajuan teknologi sebuah kilang. RFCC adalah unit yang berfungsi mengolah kembali residu atau sisa pengolahan minyak mentah dari proses sebelumnya. Melalui teknologi ini, residu dapat dikonversi menjadi produk bernilai tinggi seperti gasoline, propylene, serta LPG.

"Artinya proses pengolahan di Kilang Balikpapan nantinya akan semakin maksimal. Semua bagian dari minyak mentah diolah menjadi produk yang bernilai,” ungkap Milla.

Dengan kapasitas mencapai 90 ribu barel per hari, RFCC Balikpapan menjadi yang terbesar di Indonesia. "Dengan beroperasinya unit RFCC Kilang Balikpapan nanti tentunya akan semakin memperkuat ketahanan energi nasional. Hasil produksi RFCC ini akan membantu mengurangi impor BBM terutama jenis gasoline dan LPG,” jelasnya. 

Sebelumnya, KPI telah mengoperasikan dua unit serupa di Kilang Balongan dan Kilang Cilacap. Unit RFCC di Cilacap telah beroperasi sejak 30 September 2015 dengan kapasitas 62 ribu barel per hari, setelah pembangunan dimulai pada 2011.

Pengoperasian RFCC Kilang Cilacap sudah mencapai 10 tahun. Hal ini tentunya menjadi modal dan tambahan optimisme bagi pekerja-pekerja KPI untuk juga dapat mengoperasikan RFCC Balikpapan.

Selain itu, KPI juga mengelola unit Residual Catalytic Cracking (RCC) di Kilang Balongan, yang memiliki kapasitas 83 ribu barel per hari dan telah beroperasi sejak Maret 1994.

"Kami menargetkan RFCC Kilang Balikpapan segera beroperasi penuh sesuai dengan rencana. Ini adalah bagian dari komitmen KPI untuk terus memperkuat kemandirian energi. Ini tentunya akan bisa terlaksana dengan adanya dukungan para pemangku kepentingan,” tutup Milla.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore