
Livin
JawaPos.com–Transaksi ritel menjadi kolam bisnis perbankan yang terus digenjot tahun ini. Menghadirkan layanan finansial yang menyeluruh dan terintegrasi bagi masyarakat. Sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem digital bank.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berkolaborasi dengan Mindstores menghadirkan fitur quick commerce Alfamart di aplikasi Livin’. Kini, lebih dari 29 juta pengguna Livin dapat menikmati pengalaman berbelanja yang lebih mudah dan praktis dalam satu aplikasi.
”Nasabah bisa langsung membeli kebutuhan pokok seperti makanan, minuman, dan barang kebutuhan rumah tangga lainnya melalui fitur Sukha,” kata SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri Erin Young.
Melalui jaringan gerai Alfamart, pengiriman produk bisa dilakukan dengan cepat. Memastikan barang tiba dari gerai terdekat ke lokasi pengguna. ”Ini merupakan langkah strategis Bank Mandiri untuk memperluas layanan digitalnya sekaligus memberikan nilai tambah bagi nasabah,” imbuh Erin Young.
Dengan demikian, Livin' tidak hanya sebagai transaksi keuangan. Justru menjadi solusi gaya hidup yang relevan. Menciptakan pengalaman pengguna yang terintegrasi dan memudahkan aktivitas sehari-hari nasabah.
Hingga Oktober 2024, dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri tumbuh 13 persen year-on-year (YoY). Khusus produk tabungan meningkat 12 persen secara tahunan. Sejalan dengan strategi perseroan untuk mengoptimalkan dana murah.
”Fokus pada pemanfaatan serta peningkatan layanan digital multi transaksi yang menawarkan kemudahan dan fleksibilitas transaksional,” ujar Erin.
Hingga akhir Desember 2024, pengguna aplikasi Livin’ by Mandiri menembus angka 29,3 juta pengguna. Naik double digit sebanyak 29 persen YoY. Dari jumlah tersebut, total nilai transaksi Livin’ mencapai Rp 4.009 triliun dengan frekuensi 3,29 miliar transaksi.
Head of Operation Mindstores Oky Prasetyo menjelaskan, Mindstores Commerce Platform (MCP) yang menjadi basis sistem ini dirancang dengan pendekatan teknologi modern. Yang mengutamakan fleksibilitas dan kecepatan. Pendekatan arsitektur microservices memungkinkan setiap komponen sistem bekerja secara independen. Sehingga meningkatkan stabilitas dan efisiensi.
”API-first membuat integrasi antara Livin’ dan sistem kami berjalan mulus. Teknologi cloud-native menjamin efisiensi dan skalabilitas tinggi, sedangkan headless architecture memungkinkan pengembangan front-end yang lebih fleksibel, memberikan kebebasan penuh dalam menciptakan pengalaman pengguna yang terbaik,” jelas Oky.
CEO WIR Group Stephen Budiman Ng menilai, digitalisasi mendorong transformasi bisnis dan memperluas akses pasar. Teknologi yang dikembangkan bersama Bank Mandiri dan Alfamart menciptakan ekosistem digital yang inklusif.
”Masyarakat kini bisa menikmati layanan perbankan dan belanja dalam satu platform, menghadirkan kenyamanan maksimal bagi penggunanya,” ucap Stephen Budiman Ng.
Virtual Store General Manager PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Mateus Radiman menyampaikan inisiatif ini menghadirkan solusi modern bagi masyarakat. "Dengan jaringan yang luas, kami siap mendukung layanan ini agar semakin dekat dengan konsumen,” tegas Mateus Radiman.
