JawaPos.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 (Daop 8) Surabaya resmi memberlakukan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025 mulai Sabtu, 1 Februari 2025. Pembaruan ini menghadirkan berbagai keunggulan, salah satunya adalah percepatan waktu tempuh hingga puluhan menit pada 20 kereta api yang beroperasi di wilayah ini.
Menurut Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, peningkatan efisiensi ini dicapai melalui berbagai langkah, termasuk pengoperasian jalur ganda (double track), perbaikan prasarana seperti rel dan bantalan sintetis, serta penerapan teknologi manajemen perjalanan modern.
“Gapeka 2025 memungkinkan pengelolaan perjalanan kereta api lebih efisien dan ramah lingkungan, sehingga mampu memangkas waktu tempuh di berbagai rute,” ungkap Luqman.
Berikut daftar kereta api yang mengalami percepatan waktu tempuh di wilayah Daop 8 Surabaya:
Keberangkatan dari Stasiun Surabaya Pasarturi
• KA Harina: Surabaya Pasarturi - Bandung, lebih cepat 50 menit (10 jam 30 menit).
• KA Argo Bromo Anggrek: Surabaya Pasarturi - Gambir, lebih cepat 20 menit (7 jam 45 menit).
• KA Mutiara Timur: Surabaya Pasarturi - Ketapang, lebih cepat 20 menit (6 jam 30 menit).
• KA Sembrani: Surabaya Pasarturi - Gambir, lebih cepat 15 menit (8 jam 30 menit).
• KA Dharmawangsa Ekspres: Surabaya Pasarturi - Pasarsenen, lebih cepat 11 menit (10 jam 20 menit).
• KA Ambarawa Ekspres: Surabaya Pasarturi - Semarang Poncol, lebih cepat 4 menit (4 jam 21 menit).
Keberangkatan dari Stasiun Surabaya Gubeng
• KA Gayabaru Malam Selatan: Surabaya Gubeng - Pasarsenen, lebih cepat 50 menit (12 jam 33 menit).
• KA Probowangi: Surabaya Gubeng - Ketapang, lebih cepat 20 menit (6 jam 50 menit).
• KA Argo Semeru: Surabaya Gubeng - Gambir, lebih cepat 8 menit (10 jam 27 menit).
• KA Argo Wilis: Surabaya Gubeng - Bandung, lebih cepat 6 menit (9 jam 47 menit).
• KA Arjuno Ekspres: Surabaya Gubeng - Malang, lebih cepat 6 menit (1 jam 56 menit).
• KA Sancaka: Surabaya Gubeng - Yogyakarta, lebih cepat 5 menit (4 jam 5 menit).
Keberangkatan dari Stasiun Malang
• KA Jayabaya: Malang - Pasarsenen, lebih cepat 55 menit (12 jam 13 menit).
• KA Majapahit: Malang - Pasarsenen, lebih cepat 55 menit (12 jam 57 menit).
• KA Brawijaya: Malang - Gambir, lebih cepat 49 menit (12 jam 10 menit).
• KA Malabar: Malang - Bandung, lebih cepat 21 menit (12 jam 55 menit).
• KA Malioboro Ekspres: Malang - Purwokerto, lebih cepat 15 menit (8 jam 35 menit).
• KA Gajayana: Malang - Gambir, lebih cepat 5 menit (12 jam 10 menit).
• KA Matarmaja: Malang - Pasarsenen, lebih cepat 3 menit (15 jam 29 menit).
• KA Arjuno Ekspres: Malang - Surabaya Gubeng, lebih cepat 3 menit (1 jam 59 menit).
Peningkatan Kecepatan Jalur Lintas
Pembaruan Gapeka 2025 juga meningkatkan kecepatan operasional pada sejumlah lintas jalur, antara lain:
• Surabaya Pasarturi - Lamongan: dari 105 km/jam menjadi 110 km/jam.
• Lamongan - Tobo: dari 105 km/jam menjadi 120 km/jam.
• Cepu - Lamongan: dari 105 km/jam menjadi 120 km/jam.
• Wonokromo - Surabaya Gubeng: dari 95 km/jam menjadi 120 km/jam.
Luqman menambahkan, percepatan waktu tempuh ini diharapkan meningkatkan kenyamanan serta efisiensi perjalanan penumpang. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi layanan Customer Service KAI atau melalui Contact Center KAI di 121.