Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Januari 2025, 03.52 WIB

Tak Ada Susu dalam Menu Makan Bergizi Gratis, Budi Arie: Tanya BGN Aja

Siswa di sejumlah sekolah di DKI Jakarta mulai menerima program Makan Bergizi Gratis, hari ini Senin (6/1). (Nurul Fitriana/JawaPos.com) - Image

Siswa di sejumlah sekolah di DKI Jakarta mulai menerima program Makan Bergizi Gratis, hari ini Senin (6/1). (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.com - Tidak ada susu dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan di SD Angkasa 5 Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, hari ini, Senin (6/1). Adapun menu yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lapangan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma, untuk anak-anak sekolah mulai dari SD hingga SMP terdiri dari nasi putih, tumis buncis, ayam teriyaki, dan pisang.
 
Merespons hal itu, Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi meminta seluruh pihak untuk tidak berkecil hati jika tak ada susu dalam menu program MBG hari ini. "Besok (ada susu). Ini kan baru uji coba. Tentu saja gak usah terlalu berkecil hati ada kekurangan. Susunya belum siap, nanti pokonya diurus," kata Budi Arie saat ditemui di SD Angkasa 5 Halim Perdanakusuma, Jaktim, Senin (6/1).
 
Lebih lanjut, Budi membeberkan bahwa hingga saat ini pemerintah melalui koperasi yang berada di bawah kementeriannya baru bisa menyiapkan pasokan susu sebanyak 1,3 juta liter per hari. Terkait kekurangan itu, kata Budi, Badan Gizi Nasional (BGN) selaku penanggung jawab program sudah menyiapkan sejumlah alternatif.
 
"Kalau dari koperasi susu itu sehari cuma bisa 1,3 juta liter susu. Makanya nanti dipikirin, tanya BGN aja. BGN punya alternatif-alternatif kok," jelas dia.
 
Meski begitu, ia memastikan bahwa sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto seluruh bahan baku MBG tak boleh berasal dari barang impor. "Salah satu instruksi yang paling penting kalau bisa, sebisa mungkin barang-barangnya itu bahan bakunya harus produksi dalam negeri, nggak boleh impor," ujarnya.
 
Di sisi lain, dia mengatakan bahwa saat ini hanya Provinsi Jawa Timur (Jatim) yang mampu kuat menopang kebutuhan susu untuk program MBG. Salah satunya terlihat dari menu susu yang disajikan hari ini.
 
"Baru 1,3 juta per hari dari koperasi. Kalau yang Jatim udah, koperasi susu kita yang kuat itu di Jatim di Malang tadi sudah ada susu. Kalau Jakarta susah," pungkas Budi Arie.
 
Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore