Logo JawaPos
Author avatar - Image
02 September 2024, 22.26 WIB

RI Alami Deflasi Empat Bulan Berturut-turut, BPS Klaim Bukan yang Pertama Kalinya

Badan Pusat Statistik mencatat Agustus 2018, Indonesia deflasi 0,05 persen.(Dok.JawaPos.com) - Image

Badan Pusat Statistik mencatat Agustus 2018, Indonesia deflasi 0,05 persen.(Dok.JawaPos.com)

 
 
 
JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi pada Agustus 2024 sebesar 0,03 persen secara bulanan atau month to month (mtm). Deflasi pada Agustus 2024 tercatat keempat kalinya dalam tahun ini. 
 
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini mengatakan, deflasi pada Agustus 2024 lebih rendah jika dibandingkan pada Juli 2024. Ia menyebutkan secara bulanan Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami penurunan menjadi 106,06 pada Agustus dari sebelumnya sebesar 106,09 pada Juli 2024.
 
"Deflasi pada Agustus 2024 ini merupakan deflasi keempat di tahun 2024," kata Pudji dalam konferensi pers di kantornya, Senin (2/9).
 
Dia memastikan, fenomena deflasi di Indonesia bukanlah fenomena baru. Salah satunya pernah terjadi setelah terjadinya krisis moneter pada 1998.
 
Tak hanya 4 bulan, kata Pudji, pada tahun itu, Indonesia justru mengalami deflasi selama 7 bulan berturut-turut terhitung dari Maret hingga September 1999. Adapun penyebabnya dipicu oleh depresiasi nilai tukar dan juga penurunan harga barang.
 
"Jadi pada tahun 1999 setelah krisis finansial Asia, Indonesia mengalami deflasi 7 bulan berturut turut yaitu Maret 1999 sampai September 1999 sebagai akibat depresiasi nilai tukar dan penurunan sejumlah harga barang," jelas Pudji.
 
Tak hanya pada tahun 1999, RI juga pernah mengalami deflasi pada akhir tahun 2008 dan juga awal tahun 2009 yang dipicu oleh krisis finansial global hingga penurunan harga minyak dunia.
 
"Kemudian periode deflasi lainnya yang terjadi di des 2008 dan Januari 2009 selama krisis finansial global. Kemudian deflasi karena penurunan harga  minyak dunia dan juga karena permintaan domestik yang melemah," lanjutnya.
 
Kemudian, fenomena deflasi juga pernah terjadi pada tahun 2020 selama 4 bulan berturut-turut terhitung dari Juli-September. Pada saat itu, jelas Pudji, ada 4 kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi.
 
 
Meliputi, kelompok makanan minuman dan tembakau, kelompok pakaian dan alas kaki. kemudian kelompok transportasi serta kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan.
 
"Dengan 4 kelompok ini mengindikasikan bahwa penurunan daya beli 2020 pada periode awal pandemi Covid 2019 kemarin," pungkasnya.
 
Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore