Logo JawaPos
Author avatar - Image
02 Juli 2024, 16.17 WIB

Tren Berubah Cepat, Keahlian Desain Jadi Paling Banyak Diminati Pekerja Lepas

Chief Marketing Officer (CMO) Sribu Alexandro Wibowo (kiri). (Hilmi/Jawa Pos) - Image

Chief Marketing Officer (CMO) Sribu Alexandro Wibowo (kiri). (Hilmi/Jawa Pos)

JawaPos.com–Perubahan tren di dunia pekerja lepas (freelancer) berjalan begitu cepat. Sebelumnya keahlian yang banyak diburu pengguna jasa freelancer adalah keahlian pemrograman. Saat ini keahlian yang banyak dicari adalah desain. Kemudian disusul periklanan serta pemasaran.

Informasi mengenai tren pekerjaan di kalangan freelancer tersebut, disampaikan Alexandro Wibowo, Chief Marketing Officer (CMO) Sribu.

”Tiga besar sekarang, yang teratas adalah desain,” kata Alexandro Wibowo di Jakarta pada Senin (1/7).

Keahlian desain itu meliputi desain kemasan, logo, booth pameran, dan lainnya. Termasuk juga desain website.

Pria yang akrab disapa Alex itu mengatakan, banyak usaha kecil dan menengah yang mencari desainer andal. Tugasnya untuk desain logo dan kemasan produk yang dijual atau diproduksi. Berikutnya bidang pekerjaan yang sedang trending di kalangan freelancer adalah periklanan dan pemasaran.

Alex mengatakan, salah satu jasa di sektor periklanan dan pemasaran adalah memberikan ulasan produk. Ulasan tersebut bisa di marketplace atau di layanan Google. Pelaku usaha kecil dan menengah membutuhkan ulasan tersebut, untuk meningkatkan pamor produk mereka di dunia digital.

Di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) seperti marak terjadi belakangan ini, freelancer menjadi salah satu pilihan. Alexandro Wibowo mengatakan, rata-rata ada 2.000 orang mendaftar sebagai freelancer di tempatnya. Dia menegaskan menjadi freelancer bukan berarti bisa bekerja sembarangan atau sesuka hati.

Alex mengatakan seorang freelancer tetap harus melakukan upgrade skill. Sehingga bisa menarik klien atau pencari jasa. Kemudian freelancer juga tetap harus memiliki target. Sebab tidak jarang, seseorang menjadikan freelance atau kerja lepas menjadi pekerjaan utama.

Menurut Alex peluang untuk menjadi pekerja lepas masih akan terus tumbuh. Di antaranya karena pelaku usaha dari skala kecil sampai besar terus bermunculan. Mereka yang baru merintis usaha itu, lebih memilih berkolaborasi dengan freelancer. Termasuk untuk mempromosikan produknya secara digital.

Alex juga mengatakan pencari kerja di Indonesia masih banyak. Dia merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan, ada 10 juta orang generasi Z yang saat ini tidak bekerja dan tidak sekolah atau kuliah. Namun karena pekerja lepas belum memiliki data resmi, kemungkinan dari 10 juta generasi Z itu ada yang jadi freelancer.

”Apalagi sekarang akses komunikasi digital semakin baik,” tandas Alexandro Wibowo.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore