
Ilustrasi asuransi syariah (freepik).
JawaPos.com - Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perencanaan keuangan berbasis nilai-nilai Islam, asuransi syariah kian dipandang penting sebagai bagian dari pengelolaan warisan dan wakaf.
Tak hanya memberi perlindungan finansial bagi keluarga yang ditinggalkan, asuransi berbasis syariah juga memungkinkan manfaat santunannya dimanfaatkan untuk tujuan sosial, seperti wakaf produktif yang memberi dampak berkelanjutan bagi umat.
Melalui prinsip tolong-menolong dan berbagi risiko, asuransi syariah menghadirkan solusi keuangan yang tidak bertentangan dengan hukum Islam. Konsep ini tidak hanya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga pewaris, tetapi juga membuka jalan bagi peserta untuk meninggalkan warisan bernilai ibadah, memastikan keberkahan terus mengalir bahkan setelah kehidupan berakhir.
Sejalan dengan kebutuhan keluarga dengan perencanaan keuangan berbasis Syariah, industri asuransi jiwa Syariah juga menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan peluang besar untuk peningkatan inklusi perlindungan syariah di Indonesia.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan mencatat porsi tertanggung asuransi Syariah baru sekitar 2,8 persen dari total tertanggung asuransi, sementara Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) mencatat pertumbuhan kontribusi asuransi jiwa Syariah mendekati dua digit, yakni 9,79 persen.
Hal inilah yang turut dilakukan PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life) dengan memperkenalkan asuransi jiwa syariah Smile Plan Maxima Syariah atau Salamah untuk memberikan santunan asuransi 100 persen saat peserta tutup usia atau tetap hidup hingga akhir masa perlindungan.
“Kami memahami keluarga membutuhkan ketenangan dan kepastian atas terwujudnya rencana keuangan mereka. Melalui fitur wakaf, peserta juga dapat menyalurkan sebagian santunan untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi sesama,” kata Wianto Chen, CEO & President Director MSIG Life dalam keterangannya.
Melalui fitur wakaf, peserta juga bisa menyalurkan hingga 45 persen dari santunan asuransi.
Asuransi ini berupaya mewujudkan berbagai rencana keuangan, mulai dari pendidikan anak, ibadah, masa pensiun, warisan, wakaf, hingga kebutuhan jangka menengah lainnya. Perlindungannya pun tersedia dengan berbagai pilihan dari 18, 30 55, hingga 60 tahun dengan opsi masa bayar 3-5-10 tahun.
“Hal ini juga merupakan bagian dari proses pemisahan unit usaha Syariah (spin-off) yang sedang berjalan, sekaligus mencerminkan komitmen kami untuk berperan aktif dan berkontribusi terhadap pengembangan pasar asuransi Syariah di Indonesia,” tukas dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022