Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Maret 2026, 11.30 WIB

F1 Tunda Percepatan Perubahan Aturan 2026, Balapan di Shanghai Ubah Penilaian

George Russell, Max Verstappen dan Carlos Sainz. (Instagram @f1) - Image

George Russell, Max Verstappen dan Carlos Sainz. (Instagram @f1)

JawaPos.com – Formula 1 (F1) menunda rencana perubahan regulasi musim 2026, setidaknya hingga setelah Grand Prix Miami pada awal Mei. Menurut The Race, keputusan itu diambil karena belum ada kebutuhan mendesak untuk merevisi aturan baru.

Sebelumnya, FIA dan Formula One Management (FOM) telah menjadwalkan pertemuan dengan para prinsipal tim setelah balapan di Shanghai. Tujuannya, untuk membahas kesan awal terhadap regulasi baru 2026. Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari kekhawatiran bahwa mobil generasi baru berpotensi membuat balapan menjadi kurang menarik.

Rencana awalnya, jika dalam dua seri awal di Australia dan Tiongkok regulasi baru menunjukkan masalah, maka F1 bisa mempercepat perubahan aturan pada Grand Prix Jepang akhir Maret ini. Namun, hasil di Shanghai justru menunjukkan gambaran lebih positif. 

Seperti dilaporkan The Race, ada tiga faktor utama di balik keputusan menunda revisi. Pertama, dua balapan di Shanghai –sprint dan race utama– menunjukkan pertarungan yang cukup menarik. Karena itu, kekhawatiran soal kualitas tontonan tidak sepenuhnya terbukti.

Faktor kedua adalah perbedaan karakter sirkuit. Melbourne, yang jadi seri pembuka, sangat menuntut manajemen energi. Jadi, belum bisa memberikan gambaran utuh soal performa mobil 2026. Balapan di Jepang akhir bulan ini diharapkan memberi gambaran lebih akurat.

Ketiga, jeda waktu lebih panjang setelah pembatalan Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi. Situasi ini memberi ruang bagi tim dan regulator untuk melakukan evaluasi teknis lebih mendalam sebelum memutuskan perubahan.

Meski begitu, kritik keras tetap muncul usai balapan di Shanghai. Pembalap Red Bull, Max Verstappen, jadi yang paling vokal. Menurutnya, duel yang terjadi lebih banyak dipengaruhi penggunaan energi listrik pada mobil ketimbang kemampuan pembalap.

”Ini mengerikan. Jika seseorang menyukai (dampak regulasi baru) ini, maka dia benar-benar tidak tahu seperti apa balapan itu,” ucap Verstappen.

”Tidak menyenangkan sama sekali. Memainkan Mario Kart. Ini bukan balapan,” lanjut juara dunia empat kali F1 yang akhirnya gagal finis di Shanghai karena mengalami masalah mekanis itu. 

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore