
Tampilan laman Bukalapak. (dok. Bukalapak)
JawaPos.com – PT Bukalapak Tbk (BUKA) membantah bahwa mereka telah menutup layanan marketplace mulai Januari 2025.
Melalui keterangan yang diunggah dalam keterbukaan informasi, manajemen memastikan bahwa marketplace Bukalapak masih terus beroperasi.
Sedangkan yang dihentikan hanyalah penjualan produk fisik yang kontribusinya sekitar 3 persen kepada pendapatan total perseroan.
Manajemen pun memastikan bahwa penjualan produk fisik dihentikan secara bertahap mulai 9 Februari 2025 mendatang.
“Sebagai bagian dari strategi baru tersebut, kami mengambil keputusan untuk menghentikan secara bertahap layanan penjualan produk fisik di platform Bukalapak, yang akan dimulai pada Februari 2025,” kata Head of Media and Communications Bukalapak Dimas Bayu dalam keterangannya, Kamis (9/1).
“Kami ingin menegaskan bahwa perubahan ini adalah langkah yang diperlukan untuk fokus pada lini bisnis yang telah kami kembangkan dan yang memiliki potensi pertumbuhan yang lebih besar,” sambungnya.
Menurut Dimas, sejak tahun 2021 pihaknya memang telah melakukan transformasi untuk mengembangkan bisnis produk virtual, gaming, retail, investment, serta Mitra Bukalapak.
Perubahan itu dilakukan guna merespons dinamika pasar dan persaingan di industri yang mendorong Bukalapak untuk melakukan penyesuaian strategi jangka panjang. Demi menjaga keberlanjutan dan relevansi perusahaan di masa depan.
“Meskipun terjadi perubahan dalam fokus produk, kami ingin meyakinkan bahwa platform Marketplace Bukalapak, baik aplikasi maupun situs web serta Mitra Bukalapak akan tetap beroperasi. Dan dapat diakses oleh para pengguna dan konsumen untuk layanan lainnya yang telah ada sebelumnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya memastikan dengan tetap beroperasinya Marketplace Bukalapak, pihaknya tidak melakukan perubahan kegiatan usaha.
Bahkan, manajemen pun memastikan bahwa penghentian layanan penjualan produk fisik di platform Marketplace Bukalapak tidak memberikan dampak yang material terhadap pendapatan perusahaan.
“Penjualan produk fisik di platform Bukalapak memiliki kontribusi sekitar 3 persen terhadap total pendapatan perusahaan. Sebaliknya, langkah ini mendukung upaya kami untuk mencapai EBITDA positif dan memastikan keberlanjutan bisnis yang sehat dan menguntungkan,” ujar Dimas.
“Kami percaya bahwa dengan berfokus pada layanan produk virtual, Bukalapak dapat memperkuat posisinya dalam ekosistem digital serta memberikan layanan terbaik kepada pengguna,” pungkasnya.
Langkah ini, imbuh Dimas, adalah bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk terus relevan dan kompetitif di industri.
