
Ilustrasi angin puting beliung. (Freepik)
JawaPos.com–Memasuki musim hujan seperti saat ini, bencana hidrometeorologi seperti badai dan angin puting beliung makin sering terjadi. Masyarakat diimbau untuk mengetahui cara tepat mengantisipasi dan mengatasi bencana ini agar tidak menjadi korban.
Angin puting beliung merupakan bencana yang cukup umum terjadi di Indonesia, khususnya saat masa pancaroba atau peralihan musim. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar, bencana angin puting beliung terjadi karena terdapat perbedaan tekanan yang sangat besar dalam area skala lokal yang terjadi di bawah atau di sekitar awan Cumulonimbus (CB).
Bencana angin puting beliung ditandai dengan munculnya angin kencang dengan pusaran yang datang secara tiba-tiba dan berlangsung dalam jangka waktu singkat. Fenomena alam ini bersifat merusak, dan berpotensi memakan korban jiwa.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara tepat mengantisipasi dan mengatasi bencana ini. Dirangkum dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan, terdapat beberapa tips untuk mengatasi dan mengantisipasi angin puting beliung.
Upaya Antisipasi Angin Puting Beliung
Hal tersebut dapat dilakukan dengan melihat kondisi lingkungan sekitar. Tanda-tanda munculnya bencana ini seperti terdapat awan dengan bentuk sayur kol yang berwarna hitam, angin tiba-tiba berhembus sangat kencang, serta udara panas mendadak berubah menjadi dingin.
Salah satu dampak yang ditimbulkan dari bencana angin puting beliung adalah pohon yang ambruk, atau cabang pohon yang patah. Hal ini dapat diminimalisir dengan menebang pohon yang dianggap sudah rapuh agar di dekat area rumah.
Selain pohon tumbang, salah satu dampak yang paling sering terjadi setelah dilibas angin puting beliung adalah atap rumah yang rusak dan barang-barang yang beterbangan. Oleh karena itu, sebelum masuk masa pancaroba, cobalah untuk menguatkan atap serta memastikan kekuatan bangunan rumah.
Tas siaga bencana merupakan hal yang cukup krusial sebagai upaya mengantisipasi bencana alam, salah satunya angin puting beliung. Isi dari tas ini adalah kebutuhan pokok untuk bertahan hidup setidaknya tiga hari, seperti makanan, pakaian, alat-alat, dan obat-obatan.
Hal yang Dilakukan saat Terjadi Angin Puting Beliung
Saat bencana angin puting beliung sudah hilang, periksa keadaan orang sekitar. Selain itu, cek juga keadaan rumah dan lingkungan sekitar. Jika Anda menemukan korban atau kerusakan segera lapor ke pihak berwenang terdekat, seperti Ketua RT atau RW.
Kesiapan dan kesiagaan akan terjadinya bencana angin puting beliung merupakan langkah krusial untuk mengurangi potensi jatuhnya korban. Selalu ikuti perkembangan terkini mengenai bencana yang mungkin terjadi di lingkungan Anda, dan informasikan hal tersebut ke orang-orang terdekat.
