Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Januari 2023, 14.42 WIB

26 Komunitas Bondres Bersaing Dalam Lomba Angkat Eksistensi Arak Bali

Para juri dan perwakilan peserta audisi atau lomba Bondres yang akan mengangkat eksistensi arak Bali di Denpasar, Selasa (17/1). Ni Luh Rhismawati/Antara - Image

Para juri dan perwakilan peserta audisi atau lomba Bondres yang akan mengangkat eksistensi arak Bali di Denpasar, Selasa (17/1). Ni Luh Rhismawati/Antara

JawaPos.com–Sebanyak 26 sekaa atau komunitas Bondres di Bali akan mengikuti lomba (audisi) pergelaran kesenian Bodres, tradisi yang mengangkat tema Harkat Arak Bali. Kegiatan itu untuk menyampaikan eksistensi arak sebagai warisan budaya yang adiluhung.

Kepala Bidang Kesenian dan Tenaga Kebudayaan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ni Wayan Sulastriani mengatakan, audisi Bondres (seni pertunjukan lawak Bali) akan memperebutkan 10 nominasi terbaik dan berhak mendapatkan dana Rp 17 juta.

”Audisi akan dinilai tim juri dan akan digelar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali pada 23-24 Januari,” kata Sulastriani seperti dilansir dari Antara.

Sekaa atau komunitas Bondres tersebut akan menyisipkan pesan terkait Pergub tentang Arak Bali. Yakni eksistensi arak sebagai warisan budaya adiluhung, selain juga pembuatan serta cara minum arak Bali yang baik dan benar.

”Kegiatan audisi ini juga merupakan bagian dari program Peragaan dan Pementasan Perlindungan Pengembangan Pemanfaatan Objek Pemajuan Tradisi Budaya 2023,” ujar Sulastriani.

Sementara itu, salah satu dewan juri I Made Bandem menjelaskan, tema utama masalah arak sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali. Terlebih arak sedang dipromosikan pemerintah daerah.

”Sehingga melalui Bondres ini masyarakat memahami arak sebagai minuman tradisi mampu bersaing dengan minuman alkohol lain. Jadi, arak ini sudah ada tercatat pada Prasasti Batur Abang pada abad ke-11, artinya sebuah tradisi lama yang perlu dilestarikan,” ujar I Made Bandem yang juga kurator Pesta Kesenian Bali (PKB) 2023.

Dia menambahkan, melalui lomba Bondres yang ditekankan adalah bagaimana prosesi pembuatan arak dam promosinya seperti apa. ”Arak agar betul-betul memberi manfaat jangan sampai mabuk. Justru sebaliknya arak memberi manfaat bagi kesehatan dan sebagainya,” ucap Made Bandem yang didampingi dua juri lainnya yaitu Wayan Dibia dan Wayan Rai.

Kadek Wahyudita, mewakili tim kreatif menambahkan, secara teknik audisi Bondres ini akan digelar selama dua hari. Dengan jumlah peserta 26 sekaa, sanggar atau kelompok, masing-masing akan tampil selama 20 menit dengan iringan gamelan.

”Untuk iringan diberikan kebebasan, yang jelas ada gamelan, entah inovatif maupun gong kebyar, semarandana dan sebagainya,” terang Wahyu.

Bondres disajikan menggunakan bahasa Bali sebagai bahasa utama dapat pula dipadukan dengan bahasa Indonesia atau bahasa asing. ”Gegonjakan (lelucon) wajib memperhatikan unsur satyam, siwam, dan sundaran,” ucap Wahyu.

Sementara itu, Kak Kumis sebagai salah satu peserta mengapresiasi lomba Bondres ini. Apalagi pasca pandemi, ruang lingkup seni Bondres jarang ada yang order. ”Sebenarnya animo peserta banyak yang ingin ikut dalam audisi Bondres ini,” ujar Kak Kumis.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore