alexametrics

Gandrung Bukan Ikan Cupang

13 Oktober 2019, 11:12:57 WIB

JawaPos.com – Hamparan pasir di tepi Pantai Marina Boom, Banyuwangi, menjadi saksi atraksi seni kolosal yang ditampilkan anak-anak Bumi Blambangan kemarin (12/10). Sebanyak 1.300 pelajar asal seantero kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu menampilkan tarian, nyanyian, hingga fragmen yang kaya nilai sejarah. Gelaran bertajuk Festival Gandrung Sewu itu rutin digeber setahun sekali sejak delapan tahun terakhir. Kali ini mengambil tema Panji-Panji Sunangkoro.

Panji Sunangkoro adalah bendera bergambar singa yang tengah melolong. Bendera tersebut digunakan untuk mengobarkan semangat prajurit Banyuwangi ketika berjuang melawan penjajah.

Sajian kolosal tersebut diselipi pesan-pesan moral. Itu, antara lain, dikatakan performer yang berperan sebagai orang tua salah seorang penari. Dia mempersilakan anaknya berlatih menari gandrung bersama ribuan penari lain. ”Kesenian itu mempersatukan. Termasuk gandrung. Gandrung itu sangat indah. Namun, keindahannya tidak sama dengan ikan cupang. Karena ikan cupang itu indah, tetapi mudah diadu domba,” ujarnya.

GELARAN KOLOSAL: Festival Gandrung Sewu 2019 melibatkan 1.300 pelajar yang menari, menyanyi, dan berlakon di atas hamparan pasir Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Sabtu siang (12/10). Aksi ini menarik wisatawan. (Ramada Kusuma/Jawa Pos Radar Banyunwangi)

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, di tengah gempuran budaya global melalui media sosial, Festival Gandrung Sewu merupakan salah satu bagian dari cara daerah agar anak-anak Banyuwangi senang dan peduli terhadap budayanya. ”Jujur. Saya merinding melihat penampilan anak-anak. Mereka tampil 1,5 jam di atas pasir. Tetapi, hingga acara selesai, wajah mereka tetap cerah,” ujarnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : sgt/bay/c10/ayi



Close Ads