
ERNEST THEFILUS (WWW.ERNESTTHEOFLUS.COM)
Hunian tersebut berdiri di lahan kawasan perkotaan yang cukup panas. Maka, pengaturan sirkulasi yang baik menjadi kebutuhan utama. Apalagi, rumah menghadap ke barat di mana sinar matahari terasa terik saat sore hari.
---
PEMILIK membeli rumah dalam keadaan sudah jadi. Sayangnya, desain yang dibuat oleh developer kurang mengakomodasi pengaturan sirkulasi, terutama untuk menyaring limpahan sinar matahari saat sore. Arsitek Ivan Eldo merenovasi beberapa bagian rumah seluas 164 meter persegi tersebut.
Salah satu perubahan yang paling besar adalah bagian fasadnya. Awalnya, rumah itu memiliki banyak pintu dan jendela kaca pada bagian depannya. Ivan menilai hal tersebut membuat cahaya matahari masuk terlalu banyak ke dalam rumah. Akibatnya, rumah menjadi panas, terutama saat sore hari. Ivan mengakalinya dengan menciptakan layer baru di muka bangunan.
Yakni, berupa dinding bata yang ditata bersilang hingga menciptakan pori-pori. Dengan cara itu, Ivan tidak perlu banyak mengubah bangunan asli. Namun, di sisi lain, dinding tersebut mampu menyaring sinar matahari yang masuk sekaligus tempat sirkulasi udara.
”Jadi, sebetulnya itu ibarat wajah sesorang, cuma ditambahin ’topeng’. Di balik topeng tidak ada bangunan yang diubah, kecuali pintu masuk utama dan jendela,” terang founder STUDIE Architecture & Interior Design Studio itu kepada Jawa Pos Selasa (31/8).
Photo
ERNEST THEFILUS (WWW.ERNESTTHEOFLUS.COM)
Lapisan dinding tersebut dibagi menjadi dua. Yaitu, sisi kanan dan kiri yang seolah dibelah taman kecil di area balkon tengah yang juga menjadi elemen lanskap rumah tersebut. Di balik dinding sisi kanan adalah kamar tidur di lantai 1 dan 2. Sementara itu, di balik dinding sisi kiri adalah balkon.
Balkon tersebut merupakan area baru yang dibuat Ivan sebagai tempat untuk sekadar bersantai. Selain itu, lapisan dinding berpori tersebut menambah nilai estetika. Warna merah alami bata dibiarkan terekspos tanpa cat. Hanya diberi coating transparan agar lebih awet.
Ivan menjelaskan, dinding tersebut tidak terbuat dari batu bata biasa. Melainkan bata interlock. Bata tersebut memiliki lubang sebagai tempat masuknya tulangan besi. ”Tulangan besinya enggak kelihatan. Tetap memakai semen, tapi bukan sebagai penguat, melainkan hanya perekat. Kekuatan utamanya dari tulangan besi,” katanya.
Warna alami dinding sesuai dengan konsep industrial yang diinginkan klien. Pada interior, Ivan menerapkan semen ekspos pada keseluruhan ruang. Agar lebih tahan lama, semen ekspos perlu diberi coating. Kali ini Ivan memberikan coating natural matte. Sementara itu, untuk lantai, Ivan menggunakan material granit sesuai request klien. ”Kami pilih granit abu-abu yang masih sesuai dengan konsep industrial,” jelasnya.
Photo
ERNEST THEFILUS (WWW.ERNESTTHEOFLUS.COM)
---
HIGHLIGHT
PERAN TANAMAN
Fasad rumah dipercantik beberapa jenis tanaman. Misalnya, lee kuan yew yang menjuntai berfungsi untuk menahan air hujan masuk ke teras. Ada pula pohon anting putri di balkon tengah dan tanaman ekor kuda sebagai pagar mini.
PLAYROOM
Ivan membuat ruangan bermain untuk anak klien. Dinding playroom juga terbuat dari semen ekspos. Namun, ditambahkan plywood finishing HPL. Selain mempercantik, plywood mudah dibersihkan dari coretan anak di tembok. Tidak seperti dinding semen ekspos yang sangat sulit dibersihkan.
BALKON
Selain balkon depan, Ivan membuat balkon belakang. Jika balkon depan dilengkapi rumput sintetis, balkon belakang cukup simpel. Yakni, hanya dinding bata dan beralas lantai granit.
---
DJ HOUSE
Photo
ERNEST THEFILUS (WWW.ERNESTTHEOFLUS.COM)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022