JawaPos.com – Informasi tentang larangan parkir di Jalan Dhoho masih belum diketahui masyarakat secara maksimal. Berdasarkan pantauan Radar Kediri pada pukul 14.00—14.45 kemarin, masih ditemukan kendaraan roda empat yang parkir di bahu Jalan Dhoho.
Kira-kira ada 11 mobil yang nekat parkir di jalan sepanjang 300 meter itu. Mulai dari dealer Aris Motor (simpang empat Jalan Untung Suropati) ke selatan sampai Soto Podjok (simpang empat Jalan Monginsidi). Mobil-mobil itu sepertinya tetap sengaja parkir di sana, walaupun rambu-rambu larangan parkir telah terpasang.
Bahkan, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) masih dibuat repot oleh para pengendara yang bebal. Para petugas masih harus menghalau lima unit mobil lain yang hendak berhenti di bahu jalan. Lalu, kendaraan-kendaraan itu langsung dialihkan menuju kantong parkir eks Pasific Motor.
Baca Juga: Tanggal Operasi Komersial Bandara Dhoho Belum Keluar, Pemkab Kediri Optimistis Bulan Ini Kelar
Menanggapi kondisi kendaraan-kendaraan yang nekat parkir di bahu jalan, tukang parkir mengaku sudah memberi tahu soal kebijakan larangan parkir.
“Mau dibilangi sudah terlanjur parkir. Disuruh putar balik malah ngeyel bilangnya hanya sebentar,” keluh salah satu juru parkir. Dikutip dari Radar Kediri.
Bahkan, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Didik Catur, membenarkan tentang puluhan kendaraan yang masih enggan mematuhi kebijakan larangan parkir di bahu jalan. Karenanya, masalah itu akan menjadi bahan evaluasi, termasuk juga kelengkapan sarana dan prasarana (sarpras) dan sumber daya manusia (SDM) di sana.
Baca Juga: Kemenhub Setujui 8 Rute Penerbangan di Bandara Dhoho Kediri untuk 2 Maskapai Ini
Yang dimaksud sarpras di sini adalah penambahan spanduk guna penyebaran informasi kepada khalayak umum. Lalu, SDM di lapangan masih keliru ketika menjalankan tugasnya.
“(Sarpras, Red) perlu penambahan. Artinya mungkin dalam bentuk spanduk untuk informasi yang lebih luas. Yang kedua, dari sisi SDM kita di lapangan memang kita temui ada kekeliruan dalam rangka menghalau kendaraan roda empat agar parkir di kantong parkir di eks pasifik,” imbuhnya.
Menurut Didik, para petugas kebanyakan masih menghalau mobil, namun mereka tidak mengarahkan para pengendara untuk parkir di kantong parkir.
“Nanti akan kami lakukan pembinaan terhadap teman-teman jukir (juru parkir) di lapangan,” katanya.
Namun, momen uji coba pembatasan parkir di Jalan Dhoho justru menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat. Khususnya dari pedagang yang berjualan di sepanjang ruas Jalan Dhoho.
“Katanya sudah disosialisasikan. Tapi secara khusus dari pedagang di sini tidak ada yang diajak bicara. Kami hanya menerima sudah dalam bentuk surat pemberitahuan,” ungkap Ghufron Efendi, salah satu anggota Paguyuban Pedagang Jalan Dhoho.
Dirinya mengaku menyayangkan hal ini. Sebab, dia mengaku tidak ada diskusi dengan para pedagang sebelumnya. Namun, kebijakannya sudah langsung ditetapkan.
Lebih lanjut, Indra Kusuma, anggota paguyuban lain, juga menyuarakan pendapatnya. Dia setuju dengan keberadaan kantong parkir Jalan Dhoho. Sebab, itu adalah kebijakan yang baik.
Baca Juga: Eks Pasific Motor Disiapkan Jadi Lokasi Parkir Jalan Dhoho, Tarifnya Progresif
Tetapi, dia ingin kantong parkir eks Pasific Motor yang berada di Jalan Stasiun hanya menjadi penambahan fasilitas saja. Hingga tidak ada larangan parkir di depan toko bagi kendaraan milik konsumen.
“(Kantong parkir) hanya sebagai tambahan, tanpa menghilangkan parkir yang di depan toko,” harapnya.
Hal itu karena para pengusaha takut jika kebijakan tersebut justru berdampak negatif ke penjualan mereka. Sebab, kebijakan itu dianggap bisa mengurangi jumlah pengunjung di Jalan Dhoho.
“Pada akhirnya tetap dampaknya di penurunan omzet. Karena orang-orang jadi malas ke sini,” keluhnya.
Ada pendapat lain dari orang paguyuban tentang penyebab utama kepadatan arus lalu lintas di Jalan Dhoho sehingga Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri tidak perlu melarang kendaraan roda empat parkir di bahu jalan.
Herry Susanto, anggota paguyuban lain, menambahkan penyebab kemacetan bukan dari parkir kendaraan. Tetapi, dari aktivitas bongkar barang yang melibatkan kendaraan besar.
Baca Juga: Uji Coba Kantong Parkir Jalan Dhoho di Eks Pasific Motor Dilakukan pada 1 Januari 2024
“Bongkar muat yang menggunakan truk besar yang biasanya justru menyebabkan macet. Karena barang-barangnya besar, jadi harus pakai truk yang besar. Harusnya itu yang ditertibkan,” ucap Herry.
Pendapat itu itu disetujui oleh Darmoro, koordinator Paguyuban Pedagang Jalan Dhoho. Dia mengatakan bahwa kemacetan Jalan Dhoho kerap terjadi di waktu tertentu saja. Tidak hanya disebabkan kegiatan bongkar muat yang melibatkan kendaraan besar, tetapi juga aktivitas pedagang kaki lima (PKL) yang bisa menyebabkan kemacetan.
“Kalau dulu jam operasional PKL masih tertib. Sekarang yang pagi molor, yang malam terlalu awal mulai buka lapak,” keluh Darmoro.
Darmoro mengatakan, jam operasional PKL pagi biasanya sejak pukul 06.00—09.00. Namun, faktanya, banyak PKL yang belum merapikan dagangannya saat toko-toko mulai buka. Sementara itu, jam operasional PKL malam atau sentra kuliner Kota Kediri di atas pukul 21.00.
“Di depan toko saya saja setengah sembilan sudah banyak yang antre. Tempat yang seharusnya bisa jadi parkiran, sudah ditempati gerobak-gerobak. Akhirnya saya sering tutup lebih awal,” tambahnya.
Darmoro berharap kebijakan itu dapat dikaji kembali, juga berharap supaya Pemkot Kediri mendengarkan saran dan masukan dari para pengusaha.
Di bawah ini, rincian evaluasi pada hari kedua larangan parkir di Jalan Dhoho:
- Ada puluhan mobil yang nekat parkir di bahu Jalan Dhoho. Setidaknya dalam 45 menit, ada 11 mobil yang melanggar aturan.
- Juru parkir masih kewalahan dalam mengatur ketertiban mobil. Sebab, kebanyakan pemilik mobil mengatakan hanya berhenti sebentar.
Baca Juga: Dinas Perhubungan Kota Kediri Terapkan Aturan Baru di Jalan Dhoho untuk Atasi Kepadatan Lalu Lintas
- Dinas Perhubungan akan mengevaluasi hasil uji coba pembatasan parkir di Jalan Dhoho.
- Paguyuban pedagang Jalan Dhoho meminta kebijakan dikaji ulang. Menurut mereka, pemicu kemacetan ialah aktivitas bongkar muat melibatkan kendaraan besar di Jalan Dhoho.
- Kepadatan lalu lintas di Jalan Dhoho disebabkan jam operasional PKL pagi dan malam yang kurang tertib.