← Beranda

Berani Mencicipi? Intip Makanan Aneh dari Berbagai Negara di Belahan Dunia

Ashadi CakhyadiSabtu, 18 November 2023 | 03.13 WIB
Hidangan tarantula goreng, makanan khas dari Kamboja. (retreatours.com)

JawaPos.com - Bagi pecinta wisata kuliner, tentu sangat gemar mencoba merasakan makanan-makanan nikmat di seluruh dunia.

Apalagi bagi yang gemar berlibur, tentu mencoba makanan lokal yang belum pernah dirasakan sebelumnya adalah bagian penting dari perjalanan.

Selain menambah pengalaman baru, mencoba makanan-makanan unik akan meninggalkan kesan yang cukup mendalam.

Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Desa Wisata di Malang, Apa Saja yang Bisa Dikulik?

Khususnya jika makanan yang dicicipi adalah jenis makanan aneh yang sulit dibayangkan sebelumnya.

Dikutip dari Kilroy, berikut JawaPos.com merangkum seputar makanan aneh yang disajikan di sejumlah negara di belahan dunia.

1. Tarantula goreng, Kamboja

Ingin mengatasi rasa takut terhadap laba-laba? Bagaimana kalau memakannya untuk makan siang? 

Baca Juga: Mengenang Kota Medan Lewat Rasa, Tentang Bagaimana Kuliner Mampu Menjadi Penyelaras Rindu

Tarantula pertama kali diperkenalkan sebagai makanan di bawah rezim komunis negara tersebut pada tahun 70an, ketika orang-orang kelaparan dan tidak punya apa-apa lagi untuk dimakan.

Kini makanan itu menjadi semakin populer, dan hari ini kamu bisa menemui tarantula goreng di seluruh Kamboja. Konon rasanya agak mirip kepiting.

2. Sup telur semut, Laos

Di Laos Anda bisa memesan sup bernama Gaeng Kai Mot Daeng. Kemudian, kamu akan disuguhkan sup yang terbuat dari semut, telur semut, dan embrio.

Baca Juga: Alumnus ITS, Rizka Wahyu Romadona, Sebut Kualitas Bahan Lokal Tak Kalah Bagus untuk Bisnis Kuliner

Dikatakan rasanya cukup asam, tapi gurih, dan rasanya agak seperti udang.

3. Keju belatung, Italia

Di Italia ada keju yang disebut dengan Casu marzu, juga dikenal sebagai "keju busuk". Bahan yang digunakan adalah keju Pecorino Italia, yang terbuat dari susu domba. Dan itu harus berjamur. 

Jika itu belum cukup, mereka kemudian meninggalkan keju di ruangan gelap selama berbulan-bulan agar lalat bisa bertelur dan larva bisa menggali di sekitar keju dan meninggalkan kotoran.

Baca Juga: Archipelago Food Festival Kembali Hadir dengan Menyajikan Kuliner Khas Gresik

Begitulah rasanya yang tajam! Keju ini bukanlah keju yang mudah didapat, karena Uni Eropa telah melarangnya karena bahaya kesehatan jika memakannya.

4. Hiu kering yang difermentasi, Islandia

Bahan pertama yang dibutuhkan adalah hiu. Kemudian, masukkan ke dalam lubang dan tutupi dengan pasir dan batu. Biarkan selama 2-3 bulan, sebelum diiris dan dibiarkan mengering selama beberapa bulan lagi. 

Di Islandia mereka menyebut makanan lezat itu "hakarl". Hal ini karena daging hiu bersifat racun dan dapat memberikan efek yang sama seperti meminum alkohol kecuali racunnya dihilangkan terlebih dahulu.

Baca Juga: Bazar Kuliner di Stasiun Tegalluar sampai 5 November bagi Penumpang Kereta Whoosh, Banyak Jajanan Khas Bandung

5. Tentakel, Korea Selatan

Sannakji dibuat dengan memotong gurita menjadi beberapa bagian dan menyajikannya mentah. Metode ini masih diperdebatkan secara luas, namun merupakan hidangan Korea Selatan yang cukup umum.

Gurita disajikan saat masih hidup, dan jika tidak mengunyahnya dengan benar, cangkir pada tentakelnya bisa tersangkut di tenggorokan dan membuat kita mati lemas. Makanan tersebut adalah penyebab kematian sekitar enam warga Korea setiap tahunnya.

EDITOR: Nicolaus