Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Agustus 2021 | 00.24 WIB

Dinkes: Efek Moderna Lebih Kuat, tapi Efektivitasnya sampai 94 Persen

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Vaksin Moderna tidak hanya diperuntukkan tenaga kesehatan (nakes). Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo juga mengizinkan fasilitas kesehatan (faskes) menyuntikkan vaksin Moderna bagi warga. Namun, hingga Jumat (20/8) belum ada laporan tentang vaksinasi dengan vaksin tersebut untuk masyarakat umum.

”Faskes, terutama puskesmas, belum semua berani memvaksin dengan Moderna. Khawatir dengan kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI),” ujar Kepala Dinkes Sidoarjo drg Syaf Satriawarman SpPros.

Sebab, efek vaksin itu memang lebih kuat daripada vaksin lainnya. Apalagi, tingkat efektivitasnya cukup tinggi. Mencapai 94 persen.

Setidaknya, dari pengalaman ribuan nakes yang telah divaksin, mereka mengalami nyeri di bagian tubuh yang disuntik dan demam. Meski, KIPI itu tidak berlangsung dalam waktu lama dan tidak menimbulkan akibat lain yang berat.

”Sebenarnya efeknya masih wajar. Saat demam, bisa minum obat penurun panas untuk menghilangkannya,” tutur Syaf.

Selama ini tidak ada laporan nakes yang sudah disuntik vaksin Moderna mengalami sakit. Tidak ada pula yang sampai menjalani perawatan di rumah sakit. Sampai saat ini, lebih dari 9.000 nakes sudah mendapat vaksin dosis ketiga dengan Moderna. Masih ada sekitar 5.000 nakes yang belum menerima vaksin booster. Mayoritas disebabkan baru saja terpapar Covid-19. Jadi, mereka harus menunggu setelah tiga bulan dinyatakan sembuh.

Untuk stok vaksin Moderna, Syaf menyatakan bahwa saat ini stok di dinkes masih memadai. ”Masih ada 40 ribu dosis yang belum disuntikkan. Siap digunakan untuk vaksinasi masyarakat,” ujarnya.

Rencananya, vaksinasi massal dengan Moderna diadakan di GOR Delta pekan depan. Bersamaan dengan vaksinasi dosis kedua AstraZeneca. Ada kuota untuk warga sebanyak 1.000 orang.

Selain di GOR, warga yang ingin mendapat vaksin Moderna bisa langsung menuju puskesmas tempat mereka tinggal. Sebab, setiap puskesmas memperoleh vaksin sejak awal pekan lalu. ”Syarat utamanya, warga tersebut belum pernah vaksin sama sekali. Baru mendapat vaksin Moderna untuk kali pertama,” jelas Syaf.

Selain itu, dinkes melakukan vaksinasi di desa-desa yang berkenan menerima suntikan Moderna. Kepala Puskesmas Trosobo Arif Rahman Nurdianto menuturkan bahwa pihaknya telah siap melakukan vaksinasi Moderna untuk warga. Namun, puskesmas bakal lebih dulu memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Terutama terkait dengan informasi efektivitas vaksin Moderna. Juga, KIPI yang mungkin dialami setelah penyuntikan.

”Jangan sampai, setelah disuntik dosis pertama, masyarakat tidak mau lagi suntik dosis kedua karena trauma KIPI-nya,” tegasnya. Karena itulah, puskesmas akan melakukan sosialisasi dan persiapan vaksinasi secara optimal sebelum menyuntikkan vaksin kepada warga.

Editor: M Sholahuddin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore