Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Agustus 2021 | 17.42 WIB

Luput dari MBR, Kisah Nenek Wakiyah yang Tinggal Sendirian

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Pendataan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) kerap kali masih bias. Kadang yang lebih berhak, tidak masuk dalam data. Sebaliknya, yang relatif mapan, malah terdata.

Persoalan akurasi data tersebut terjadi di mana-mana. Tidak terkecuali di Kota Surabaya. Kasus Wakiah, warga yang tinggal di Balongsari Madya, Kecamatan Tandes, misalnya. Selama ini, nama perempuan 67 tahun itu tak pernah masuk dalam pendataan MBR. Tak ayal, intervensi bantuan rutin dari pemerintah pun praktis tidak pernah mampir.

Wakiyah tinggal sendiri di rumah semi permanen. Dia menempati rumah sewa tersebut sejak 1970. Kedua anaknya bekerja di luar kota. Mulyadi, suaminya, meninggal dunia tiga tahun lalu. “Ijenan Nak (sendirian, Red). Ya, tinggalnya di tempat ini,” katanya.

Sejak ditinggal meninggal suami, hidup Wakiyah tidak menentu. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, dia bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART). Terima gaji harian. Per hari Rp 70 ribu. Namun, tidak setiap hari Wakiah dipanggil majikannya untuk membantu mengurus rumah. Dalam sepekan, biasanya hanya bekerja 2-3 hari saja.

Wakiyah mengaku, penghasilannya dari bekerja sebagai ART itu tidak cukup. Apalagi untuk membayar sewa rumah Rp 3 juta per tahun. “Kadang dikirimi anak. Kadang utang ke tetangga. Ya, mau bagaimana lagi,” katanya.

Menjelang HUT ke-76 Kemerdekaan RI lalu (16/8), Wakiyah kedatangan tamu. Yakni, sejumlah kader PDI Perjuangan (PDIP) Kecamatan Tandes. Mereka memberikan bantuan sembako.

Awalnya, Wakiyah kaget. Dipikirnya, ada masalah apa. Senyum pun mengembang. “Alhamdulillah. Mugo-mugo diparingi sehat kabeh, seger waras, lancar rezekine (Semoga sehat semua, sehat walafiat, lancar rezekinya, Red),” ucap dia.

Wakiyah merupakan satu di antara banyak warga tidak mampu, yang belum masuk MBR.

Di kampung itu, ada lagi perempuan renta bernama Sahyem. Perempuan 73 tahun itu tinggal sendirian di rumah sangat sederhana. Berukuran 6x6 meter persegi. Tidak ada ruang tamu. Dua kamar, dapur, dan satu kamar mandi.

Sahyem mengaku belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Termasuk di masa pandemi Covid-19 ini. Dia menaruh mimpi ada perhatian dari pemerintah. “Lek oleh bantuan ngene iki sueneng. Wes matur nuwun. (Kalau dapat bantuan begini senang, Red). Alhamdulilah,” katanya.

Menurut Heri Ahmad Wiyono, ketua PAC PDI Perjuangan Tandes, aksi sosial tersebut merupakan amanah partai. Sebab, masih banyak warga kurang mampu yang membutuhkan uluran tangan. “Kami minta kader-kader di tingkat RT RW untuk mendata siapa saja yang berhak mendapat bantuan. Mungkin tidak seberapa, tapi paling tidak kami ikut melangkah,” terangnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, pada masa sulit seperti sekarang ini memang parpol harus ikut mengambil peran. Nah, PDI Perjuangan juga ingin terus ikut andil dalam membantu warga yang membutuhkan. “Kami bagikan sembako door to door sesuai protokol kesehatan,” katanya.

Pria yang akrab disapa Awi itu berharap, bantuan tersebut bisa  meringankan beban masyarakat. Sambil jalan, warga yang kurang mampu yang belum terdaftar MBR akan diusulkan ke pemkot. “Kami akan terus berjuang untuk wong cilik,” ujar politikus yang juga ketua DPRD Kota Surabaya itu.

Dia berharap di era digital seperti sekarang, pendataan data keluarga prasejahtera atau MBR, harusnya lebih cepat, akurat dan transparan.

‘’Kalau pendataan itu beres, maka kota ini akan semakin maju. Semua bergerak base on digital data. Warga kurang mampu cepat tertangani dengan tepat sasaran agar terentas,” kata Awi.

Sebelumnya, persoalan data MBR tersebut, juga menjadi atensi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Dia ingin problem data base MBR benar-benar tuntas. Pendataannya pun kontinyu atau berkelanjutan. Yakni, melalui program e-pemutakhiran data.

Editor: M Sholahuddin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore