Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 April 2025, 16.09 WIB

Masyarakat Respons Positif Dikembalikannya Penjurusan IPA-IPS, Dispendik Masih Tunggu Regulasi

PEMBELAJARAN: Siswa SMA 4 Surabaya sedang mendengarkan penjelasan dari seorang guru beberapa waktu lalu. (Puguh Sujiamitko/Jawa Pos) - Image

PEMBELAJARAN: Siswa SMA 4 Surabaya sedang mendengarkan penjelasan dari seorang guru beberapa waktu lalu. (Puguh Sujiamitko/Jawa Pos)

JawaPos.com  - Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur masih menunggu kebijakan resmi pengembalian penjurusan IPA/IPS di jenjang SMA. Namun, dinas menyebut bila aturan tersebut diterapkan sekolah dinilai telah siap. Terlebih, jumlah guru untuk penjurusan masih memadai. 

Kepala Dispendik Jatim Aries Agung Paewai menjelaskan dinas masih menunggu regulasi resmi dikembalikan lagi penjurusan IPA IPS di jenjang SMA. Bila kebijakan tersebut jadi digulirkan pada tahun ajaran baru mendatang, sekolah juga dirasa siap. Sebab, ketersediaan guru dengan penjurusan di setiap sekolah masih tercukupi. "Secara jumlah bila penjurusan sudah siap. Tinggal menunggu kebijakan," papar Aries kemarin. 

Aries mengungkapkan animo wali murid di Jawa Timur ketika mendengar rencana tersebut banyak yang merespon positif dan antusias. Sebab, murid menjadi lebih fokus mengembangkan keilmuan sesuai bakat dan minat. "Tentunya ini akan memudahkan akses ke perguruan tinggi," tambahnya. 

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur Djoko Adi Waluyo menyebut rencana pengembalian penjurusan ada dampak positif dan hal yang harus dicermati. Positifnya, siswa akan menentukan pilihan sejak sesuai dengan kemampuan. Bila sudah ada niat diawal, tentunya semangat untuk belajar harapanya meningkat. "Pengetahuan yang diperoleh juga lebih dalam," paparnya. 

Namun, saat penjurusan dikembalikan Djoko menyebut ada hal yang harus dicermati. Yakni pola orang tua memaksakan kehendak siswa dalam memelih jurusan tanpa melihat kemampuan dan minat. "Itu harus dikurangi bahkan dihilangkan. Biarkan siswa memilih jurusan sesuai dengan kemampuanya," tambahnya. 

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA 4 Surabaya Moh Zainuri menjelaskan sekolah masih menunggu kebijakan secara resmi. Tetapi secara kesiapan khususnya jumlah dan kompetensi guru, sekolah siap. "Secara teknis harus siap dalam ketentuan apapun," tuturnya. (Ata) 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore