JawaPos.com - Program Makan Bergizi Gratis di Surabaya sudah dimulai sejak Senin (13/1). Pada tahap pertama ini, program inisiasi Presiden Prabowo Subianto menyasar 6.159 penerima manfaat (pelajar).
Menu makanan bergizi yang disajikan juga bervariasi. Berisi nasi ditaburi wijen hitam, ayam kecap, tumis buncis campur wortel dan tahu, semangka yang dipotong dadu. Lengkap dengan susu UHT 115 mili liter.
Sayangya, menu makanan bergizi yang disajikan hari pertama, belum menggugah selera dan membuat para siswa lahap. Tidak sedikit dari mereka yang tidak menghabiskan makanannya. Terutama siswa KB-TK dan SD.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengakui bahwa setiap anak memiliki porsi makan yang berbeda. Tetapi yang jelas, menu dan porsi makanan ini telah disesuaikan menurut standar Badan Gizi Nasional.
"Sisa makanan bisa digunakan untuk maggot. Jadi tidak ada yang sia-sia dari Makan Bergizi ini. Kalaupun ada sisa, saya yakin tidak terlalu banyak, sehingga kita kelola, tidak kita buang sembarangan," ujarnya, Selasa (14/1).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh juga sependapat bahwa setiap anak memiliki porsi makan berbeda. Oleh karena itu, ia menggarisbawahi perlunya penyesuaian porsi makan antara siswa TK, SD, SMP, dan SMA.
"Karena anak-anak ini baru pertama, mudah-mudahan nanti kalau ada pergantian menu, saya yakin insyaallah yang terbaiklah. Karena namanya anak-anak ini ada yang makannya cepat, ada yang sedikit," tutur Yusuf.
Sebelumnya, sebanyak 6.159 siswa dari 10 sekolah di Kota Surabaya sudah mencicipi aneka ragam Makan Bergizi secara cuma-cuma. Sekolah tersebut berada di dua kecamatan, yakni Wonocolo dan Rungkut.
Ada lima sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Wonocolo, yakni KB-TM Yasporbi, SD Taquma, SMP Negeri 13 Surabaya, SMA Negeri 10 Surabaya dan SMK PGRI 1 Surabaya.
Sementara di Kecamatan Rungkut, program Makan Bergizi Gratis juga menyasar lima sekolah, yakni TK Tunas Pertiwi, SDN Penjaringan Sari 1, SDN Penjaringan Sari 2, MTs 3 Surabaya, dan MAN Surabaya.