Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Januari 2025, 02.58 WIB

Staf Kecamatan Asemrowo Klarifikasi: Kami Tidak Melakukan Hal yang Tidak Pantas, Ini Buat Kami Trauma

Staff asemrowo turut memberi klatifikasi dan mengaku trauma pasca kejadian video viral. (Juliana Christy/JawaPos.com) - Image

Staff asemrowo turut memberi klatifikasi dan mengaku trauma pasca kejadian video viral. (Juliana Christy/JawaPos.com)

 
 

 
JawaPos.com-Selain Camat Asemrowo, Muhammad Khusnul Amin, dua staf kecamatan, Devi dan Alvian, turut memberikan klarifikasi terkait video viral penggerebekan di kantor kecamatan. Mereka menyatakan bahwa insiden tersebut telah menciptakan trauma, terutama bagi Devi, yang merasa disudutkan oleh framing tidak pantas dalam video.
 
 
Devi, staf Kecamatan Asemrowo yang terlihat dalam video, menjelaskan bahwa saat kejadian dirinya sedang melakukan koordinasi bersama Camat dan rekan kerjanya, Alvian, untuk persiapan rapat Zoom mengenai program inovasi pelayanan masyarakat.
 
“Kami sedang mempersiapkan materi untuk Zoom Meeting. Tiba-tiba ada sekelompok orang menggedor-gedor pintu dan jendela. Saya sangat ketakutan, apalagi saya perempuan. Pikiran saya kacau, bagaimana jika ada yang membawa senjata tajam? Itulah kenapa saya memilih bersembunyi di bawah meja,” ujarnya dalam klarifikasi di kantor Kecamatan Asemrowo, Rabu (8/1).
 
Devi juga membantah tuduhan yang beredar di media sosial. “Saya tidak melakukan apa-apa yang tidak pantas. Di ruangan itu ada saya, Mas Alvian, dan Pak Camat. Kami murni sedang rapat koordinasi. Tuduhan seperti ini merugikan saya, apalagi saya sudah berkeluarga. Setelah kejadian, saya masih gemetar dan merasa trauma sampai terbawa mimpi,” jelasnya.
 
Menurut Devi, cara massa mendatangi kantor dengan berteriak dan membuat keributan sangat tidak sopan. “Kami tidak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya. Itu merusak mental kami. Saya bahkan sampai takut untuk kembali bekerja, dan jika harus mengantarkan dokumen ke ruang Pak Camat, saya meminta ditemani oleh staf lain,” katanya.
 
Alvian, staf lain yang berada di ruangan saat kejadian, membenarkan bahwa mereka sedang rapat koordinasi terkait pembuatan proposal inovasi pelayanan. Ia mengatakan bahwa mereka tidak berniat mengabaikan massa yang datang.
 
“Bukan kami tidak mau menemui mereka, tetapi kami sedang fokus pada koordinasi untuk kepentingan masyarakat. Pak Camat juga sedang mengikuti Zoom Meeting dengan salah satu lurah,” kata Alvian.
 
Alvian mengaku panik ketika massa mendatangi kantor. “Kami semua merasa tertekan. Saya sampai bingung ketika ditanya, karena saking paniknya. Massa yang datang terlalu banyak, dan suasananya sangat menegangkan,” ujarnya.
 
Devi dan Alvian berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Mereka juga meminta masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan dengan cara yang lebih sopan dan tidak langsung menyebarkan video yang dapat merugikan pihak lain.
 
“Jangan membuat framing yang tidak pantas. Kami hanya menjalankan tugas, tidak ada maksud lain. Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua,” tutur dia. (*)
 
 
 
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore