
Photo
JawaPos.com - Musim hujan akan segera datang. Dua kecamatan di wilayah Surabaya Selatan masih berpotensi banjir saat hujan. Pemkot mulai melakukan tindak antisipasi dengan membangun saluran di beberapa titik untuk mencegah air menggenang.
Dua kecamatan yang masuk peta rawan banjir tersebut adalah Kecamatan Wonocolo dan Karang Pilang. Data Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) 2018 menunjukkan di dua lokasi itu genangan surut dalam waktu 61–90 menit.
Di Kecamatan Wonocolo, genangan air dengan durasi lebih dari satu jam itu ada di Kelurahan Jemur Wonosari. Air menggenang di lokasi tersebut karena permukiman padat dengan saluran air yang kecil.
Sementara itu, di Kecamatan Karang Pilang, genangan air ada di Kelurahan Warugunung. Genangan tersebut muncul karena dataran di wilayah tersebut lebih rendah daripada daerah sekitar. Air di Warugunung juga merupakan kiriman dari Gresik.
Koordinator Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Rayon Jambangan Bagus Putra Ardianto membenarkan sering adanya genangan di Jemur Wonosari tersebut. Terutama ketika intensitas hujan tinggi. ”Kadang genangan bisa 2–3 jam,” ucapnya. Terutama di beberapa permukiman yang salurannya sempit. ’’Untuk mengatasi itu, sedang dibangun saluran sepanjang 300 meter di lokasi tersebut,’’ ungkapnya kemarin (19/10)
Saluran itu merupakan perbaikan dari saluran lama. Saluran yang baru saja dibangun selebar 80 cm. Lebarnya dua kali lipat daripada saluran sebelumnya. ”Air nanti disalurkan langsung melalui afvoer,” jelasnya. Tidak hanya membangun saluran, di lokasi tersebut PU juga melebarkan jalan.
Sementara itu, Camat Karang Pilang Eko Budi Susilo menuturkan, untuk mengatasi genangan di Warungung, kecamatan telah melakukan beberapa program. Antara lain, peninggian plesengan dan pembersihan saluran. Di lokasi tersebut, rencananya pemkot juga bakal membangun waduk di sekitar Flat Warugunung. Namun, rencana yang sudah diplot tahun ini itu belum terealisasi.
