Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Oktober 2025, 22.06 WIB

Abiyu Rafi Paling Menonjol, Atlet Indonesia Petik Pengalaman Berharga Usai Debut di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025

Atlet senam putra Indonesia telah menyelesaikan babak kualifikasi Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Indonesia Arena, Jakarta. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com) - Image

Atlet senam putra Indonesia telah menyelesaikan babak kualifikasi Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Indonesia Arena, Jakarta. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Sebanyak empat atlet senam putra Indonesia telah menyelesaikan kualifikasi Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025. Meski tak ada satupun yang berhasil melaju ke babak utama, tapi debut di ajang bergengsi ini jadi pembelajaran berharga bagi para pesenam Merah Putih.

Empat atlet Indonesia yang merasakan penampilan di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 adalah Abiyu Rafi, Satria Tri Wira Yudha, Agung Akbar, dan Joseph Judah Hatoguan. Mereka beraksi di Indonesia Arena, Jakarta, Senin (20/10) pagi.

Abiyu Rafi jadi pesenam Indonesia dengan catatan terbaik di babak kualifikasi Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025. Sebagai satu-satunya pesenam Merah Putih yang turun di semua nomor alat (All-around), ia berada di posisi ke-48 dengan koleksi 69,197 poin.

Nilai terbaik Abiyu dalam babak kualifikasi tersebut pada alat vault dengan torehan 13,966 poin dan floor exercises dengan 13,066. Dia gagal melaju ke putaran final all-around karena hanya 24 terbaik yang berhak dapat tiket lolos otomatis.

"Mungkin untuk penampilan tadi masih terlalu tegang ya, karena juara dunia senior pertama kali, apalagi tuan rumah ya. Ini kayak lebih tegang ya, nervous pasti, karena kita kan tuan rumahnya, harus mempersiapkan semaksimal mungkin," kata Abiyu dalam konferensi pers usai tampil di Indonesia Arena.

"Aku dapat pengalaman mental sih, terus lawannya juga para olimpiade semua kan, jadi kayak banyak belajar lagi, evaluasi lagi sih karena ada target selanjutnya kan, enggak selesai di sini," imbuh dia.

Perasaan serupa juga diutarakan Satria Tri Wira Yudha. Pesenam asal Jawa Tengah itu mengaku deg-degan saat tampil karena ini merupakan debutnya di Kejuaraan Dunia Senam Artistik. Ia turun di empat alat berbeda dengan catatan poin masing-masing 12,800 (vault), 11,666 (parallel bars), 11,533 (horizontal bars), dan 10,766 (floor exercises).

"Ini kejuaraan dunia pertama saya, deg-degan pastinya. Cuma tadi sudah berjalan, terus saya ikut di palang tunggal yang menurut saya bagus, terus ada beberapa oke, pengalamannya luar biasa," kata Satria.

Sementara Agung Akbar mengatakan bahwa tampil di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 sebagai pengalaan berharga. Sebab, ia berkompetisi dengan para atlet dunia yang levelnya sudah Olimpiade.

"Melawan atlet-atlet yang sudah mengikuti Olimpiade dan melihat mereka tampil itu kayak canggung terhadap gerakan kita sendiri, enggak pede kami mengeluarkan gerakan kita yang jauh," tutur Akbar.

"Tapi, kita mencoba untuk berusaha untuk tetap maksimal, keluarin yang terbaik, dan berusaha juga bagaimana kita bisa tampil walaupun dalam kondisi tegang tetap bagus. Karena pengen buat Indonesia juga yang terbaik, kita berikan yang terbaik untuk Indonesia," imbuh dia.

Sedangkan bagi Joseph Judah Hatoguan, ajang ini jadi momentum untuk bangkit lagi setelah dia dinyatakan remisi dari kanker. Ia tampil di ajang internasional lagi setelah absen selama 1,5 bulan. 

"Pertandingan ini sebenarnya bukan cari pengalaman lagi kalau buat aku. Sebenarnya, aku punya penyakit, baru masuk remisi leukimia. Jadi buat aku pertandingan ini, pengalaman aku untuk comeback dari hasil yang waktu sebelum PON, kemarin-kemarin kan aku down banget," tutur Joseph.

"Jadi sekarang ini untuk aku mulai semangat. Tapi, Tuhan punya rencana lain jadi aku ada cedera kemarin waktu pas lagi latihan, so sekarang aku enggak bisa main lantai, jadi aku cuma fokus di satu alat. Cuma tadi Tuhan juga berkata lain, aku jatuh dua kali, but it's fine. Aku hanya perlu latihan lagi sebenernya," imbuh dia.

Sementara itu, pelatih kepala tim senam putra Indonesia, Ferrous One Willyodac, mengatakan bahwa penampilan anak-anak asuhnya kurang maksimal. Tapi, dia tetap mengapresiasi perjuangan Abiyu Rafi dan kolega.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore