
Terong putih dan terong ungu.
JawaPos.com - Baru-baru ini, seorang warganet memposting keberadaan terong berwarna putih di media sosial X.
Sontak mencuri perhatian pengguna media sosial, penemu terong warna putih pun mengaku kaget dan baru pertama kali melihatnya.
“AKU KAGET ADA TERONG WARNA PUTIHH. ada yang pernah masak ini?? rasanya sama kaya terong biasa kahh??” tulisnya Minggu (19/11).
Hal tersebut membuat warganet lain penasaran dengan adanya terong berwarna putih, terutama bagi yang baru pertama kali melihatnya.
Terong yang berwarna ungu memang tidak cocok dengan bahasa Inggrisnya, yaitu eggplant, yang berarti tanaman seperti telur.
Dilansir JawaPos.com dari Gardeners Path, ternyata saat pertama kali ditemukan di Inggris pada sekitar tahun 1700, terong berwarna putih, kecil, dan berbentuk seperti telur.
Sehingga, terong berwarna putih bukanlah hal yang aneh dan nama tersebut amat cocok dengan sayuran tersebut, meski kemudian ditemukan pula varietas berwarna ungu.
Rasa terong berwarna putih, dikutip JawaPos.com dari Tasting Table, ringan namun tetap memiliki tekstur seperti daging terong jenis lainnya.
Meski rasanya ringan, terong putih kaya akan nutrisi, antara lain mengandung vitamin C, K, B6 dan mineral potasium serta mangan.
Dalam pengolahannya, kulit terong putih direkomendasikan untuk dikupas sebelum dipanggang, ditumis, atau dipotong menjadi tumisan.
Terong putih pun disebutkan menonjol karena kemampuannya cepat menyerap rasa saat dimasak, sehingga membantunya menyatu dengan bumbu, saus, rempah-rempah, dan membuat hidangan apapun menjadi lebih enak.
Jika dibandingkan dengan terong ungu, terong putih memiliki warna dan rasa yang berbeda, namun keduanya memiliki banyak kesamaan nutrisi dan kegunaan kuliner.
Nutrisi yang terkandung dalam terong mendukung fungsi kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan kulit, meningkatkan fungsi otak, dan mengatur tekanan darah.
Terong ungu memiliki rasa yang sedikit pahit, sedangkan terong putih terkenal dengan rasanya yang lebih manis.
