
Ramadhan Sananta disebut menjadi target Persebaya Surabaya untuk memperkuat lini depan musim depan. (Instagram @m.ramadhans)
JawaPos.com—Kekalahan telak dari Borneo FC membuka mata banyak pihak tentang masalah serius yang sedang dialami Persebaya Surabaya. Jika ingin benar-benar fokus mengejar gelar juara musim depan, Green Force wajib segera mendatangkan striker tajam.
Krisis lini depan kini menjadi sorotan utama setelah Persebaya Surabaya kalah tragis 5-1 dari Borneo FC di Stadion Segiri Samarinda, Sabtu (9/3). Hasil itu memantik reaksi keras dari Bonek yang menilai sektor penyerangan Green Force sedang dalam kondisi darurat.
Dalam laga tersebut, lima gol Borneo FC dicetak empat pemain berbeda yang sukses merobek pertahanan Persebaya Surabaya. Juan Villa mencetak dua gol pada menit 15 dan 59, disusul Mariano Peralta pada menit 62, Koldo Obieta menit 68, dan Marcos Astina di masa injury time.
Persebaya Surabaya hanya mampu membalas satu gol melalui bek asal Brasil, Leo Lelis pada menit 73. Skor telak itu sekaligus menegaskan betapa timpangnya performa kedua tim sepanjang pertandingan.
Sebagian Bonek memilih menerima kekalahan itu sebagai dinamika sepak bola. Namun kritik keras tetap mengalir, terutama kepada sektor depan yang dinilai gagal memberikan ancaman berarti.
Absennya striker utama Mihailo Perovic karena cedera disebut menjadi salah satu faktor utama tumpulnya serangan Green Force. Tanpa sosok target man, aliran bola di lini depan terlihat kehilangan arah.
Situasi itu semakin terasa karena Persebaya Surabaya tidak memiliki striker murni lain di skuad musim ini. Ketika Perovic absen, pilihan di lini depan menjadi sangat terbatas.
Akibatnya, strategi serangan Green Force kerap hanya bergantung pada pergerakan Bruno Moreira dan Paulo Henrique Riveira. Pola permainan tersebut mudah dibaca lawan yang cukup fokus mematikan dua pemain tersebut.
”Resiko maine cuma ngandelno Bruno & Riveira, wong 2 iku dikunci wes gak iso lapo2. Musuh Persib & Borneo dadi contoh nyata, permainan e saiki cuma ngandelno Bruno & Riveira. Gak duwe target man, bek lawan dadi gak perlu cemas. Fokus mateni pergerakan Bruno, Riveira & Gali,” tulis salah satu Bonek.
Kritik lain juga datang dari sejumlah Bonek yang menilai lini depan Green Force benar-benar kehilangan ketajaman. Mereka bahkan menyebut sektor penyerangan Persebaya Surabaya saat ini dalam kondisi ompong.
”Ompong!!!!” tulis salah satu Bonek.
”Seng ngarep remek, seng mburi katutan remek. Akhir musim tambah digawe yak yakan,” tulis salah satu Bonek.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
