Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Oktober 2025, 14.04 WIB

Kendal Tornado FC Takluk 1-3 dari PSS Sleman di Maguwoharjo, Pelatih Stefan Keeltjes Janji Bangkit di Laga Berikutnya

Pelatih Kendal Tornado FC, Stefan Keeltjes, saat konfrensi pers. (Fanspagae Kendal Football Info) - Image

Pelatih Kendal Tornado FC, Stefan Keeltjes, saat konfrensi pers. (Fanspagae Kendal Football Info)

JawaPos.com - Harapan Kendal Tornado FC untuk membawa pulang poin dari Sleman pupus sudah. Tim berjuluk Laskar Badai Pantura itu harus mengakui keunggulan PSS Sleman dengan skor 1-3 dalam lanjutan pekan kelima Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026, Minggu (12/10/2025) sore di Stadion Maguwoharjo.

Tiga gol tuan rumah masing-masing dicetak oleh Frederic Injai, Gustavo Tocantins, dan Dominikus Dion. Sementara satu-satunya gol balasan Tornado FC lahir lewat aksi Dimas Sukarno Putro, yang sempat membuka peluang timnya untuk mengejar ketertinggalan.

Meski gagal meraih hasil positif, dikutip dari website kendaltornado.id pelatih Stefan Keeltjes menilai anak asuhnya tampil cukup baik, terutama pada babak pertama. Menurutnya, permainan Kendal Tornado FC sempat menguasai pertandingan sebelum akhirnya mereka kehilangan fokus.

“Anak-anak sebenarnya bermain bagus, terutama di babak pertama. Kami mampu mengontrol bola dan menekan lawan. Namun sayangnya kami kecolongan di beberapa momen penting,” ujar Stefan usai pertandingan.

Pelatih keturunan Indonesia-Belanda itu mengakui bahwa kualitas individu pemain PSS Sleman memang menjadi faktor pembeda. Nama-nama seperti Riko Simanjuntak dan Gustavo Tocantins disebutnya memiliki kemampuan di atas rata-rata dan mampu menciptakan perbedaan di lapangan.

“Kami sudah menekankan untuk bermain disiplin dan tidak banyak melakukan kesalahan. Tapi pada akhirnya, kami dihukum dengan kesalahan sendiri,” lanjutnya.

Meski demikian, Stefan tetap memberikan apresiasi terhadap kerja keras para pemainnya. Ia menegaskan bahwa tim masih dalam proses pembentukan dan terus berusaha memperbaiki kekurangan di setiap pertandingan.

“Kami terus belajar. Tim ini masih muda dan butuh waktu untuk matang. Saya percaya, dengan semangat yang ada, kami akan berkembang lebih baik di laga-laga selanjutnya,” tambahnya dengan nada optimistis.

Di sisi lain, bek muda Fahri Akbar, yang musim ini dipinjam dari Dewa United, juga menganggap kekalahan tersebut sebagai pengalaman berharga. Ia menyebut hasil di Sleman menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki permainan di pertandingan berikutnya.

“Kekalahan ini jadi pelajaran penting bagi kami pemain. Kami harus lebih fokus, terutama saat bertahan. Masih banyak yang perlu diperbaiki,” ujar Fahri.

Meski kalah, Kendal Tornado FC menunjukkan beberapa sisi positif, seperti kemampuan mengalirkan bola cepat dari lini tengah dan keberanian pressing tinggi. Namun, kurangnya konsentrasi di menit-menit krusial kembali menjadi masalah klasik yang harus segera dibenahi.

Dengan hasil ini, Kendal Tornado FC masih tertahan di papan tengah klasemen Grup Timur. Sementara PSS Sleman menambah tiga poin penting dan terus menjaga asa untuk menembus posisi puncak klasemen.

Kendal Tornado FC tak punya banyak waktu untuk berbenah. Mereka dijadwalkan menjamu Detras Sidoarjo di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Jumat (17/10/2025). Pertandingan ini akan menjadi ujian berikutnya bagi Stefan Keetjes untuk membuktikan progres timnya di hadapan publik sendiri.

“Kami akan evaluasi semuanya. Semoga di kandang nanti kami bisa tampil lebih tenang dan meraih tiga poin,” tutup Stefan.

Kekalahan di Sleman memang menyakitkan, tapi semangat pantang menyerah masih menyala di kubu Kendal Tornado FC. Kini, fokus mereka tertuju pada satu hal bangkit dan menebus kekalahan di laga kandang berikutnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore