Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 September 2025, 17.25 WIB

Insiden Kericuhan Warnai Kemenangan PSS Sleman atas Persiku Kudus

Suporter menyerbu stadion saat laga Persiku Kudus melawan PSS Sleman di Stadion Wergu Wetan, Kudus, Minggu (21/9). (Istimewa) - Image

Suporter menyerbu stadion saat laga Persiku Kudus melawan PSS Sleman di Stadion Wergu Wetan, Kudus, Minggu (21/9). (Istimewa)

JawaPos.com-Laga pekan kedua Pegadaian Championship 2025 antara tuan rumah Persiku Kudus melawan tamunya PSS Sleman di Stadion Wergu Wetan, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (21/9), sempat diwarnai insiden tak mengenakkan.

Sebuah video yang diunggah akun Instagram @wasitmafia memperlihatkan seorang panitia pelaksana pertandingan (panpel) yang mengenakan rompi kuning dikejar sejumlah suporter PSS Sleman yang bertandang.

Beberapa di antaranya memakai penutup wajah dan melayangkan pukulan berkali-kali ke arah panpel tersebut. Beruntung, panpel yang jadi sasaran serangan itu berhasil melarikan diri ke tepi lapangan. Rekannya segera mengunci pintu pagar di pinggir lapangan, sehingga panpel tersebut lolos dari amukan masa.

Dua Versi Penyebab Ricuh

Menurut cerita dari sejumlah penonton yang hadir langsung di stadion, ada dua versi penyebab suporter PSS merangsek masuk. Versi pertama menyebutkan bahwa sebagian suporter Laskar Sembada sebenarnya sudah memiliki tiket.

Namun, karena kapasitas stadion penuh, mereka tidak diperbolehkan masuk oleh panpel. Kondisi itu memicu amarah hingga akhirnya pintu gerbang stadion dijebol paksa.

Sementara versi kedua mengatakan bahwa banyak suporter PSS tidak memiliki tiket karena kuota sudah habis terjual. Mereka lantas memaksa masuk dengan cara merusak gerbang. Dari situlah bentrokan kecil dengan panpel terjadi.

Aksi penjebolan pintu itu sempat memicu penonton yang menjebol terlibat aksi saling lempar botol dengan suporter tuan rumah. Untungnya, kericuhan tidak melebar.

Suporter Persiku yang berada di tribun lain tidak terpancing, begitu pula ribuan suporter PSS di lantai dua yang tetap memilih fokus mendukung tim kebanggaan mereka.

PSSI sudah memberikan larangan away day untuk suporter tamu di sejumlah laga demi mengurangi potensi kericuhan. Namun, kenyataannya ribuan suporter PSS tetap hadir di Kudus untuk mendukung langsung tim kebanggaan mereka.

Menariknya, beberapa hari sebelum pertandingan, perwakilan suporter PSS sempat bersilaturahmi dengan kelompok suporter Persiku Kudus, SMM (Suporter Macan Muria). Hubungan kedua kelompok suporter ini terbilang baik dan tidak ada masalah berarti.

Insiden di Kudus ini menjadi catatan penting bagi penyelenggara pertandingan maupun pihak keamanan. Masalah kapasitas stadion dan distribusi tiket tampaknya masih menjadi pekerjaan rumah besar agar kejadian serupa tidak terulang.

Bagi suporter, insiden ini diharapkan menjadi pelajaran agar tetap mengedepankan sportivitas dan saling menghormati. Apalagi hubungan antara Persiku dan PSS beserta suporternya sejatinya sudah terjalin cukup baik.

Meski diwarnai kericuhan kecil, laga ini tetap menghadirkan cerita menarik ribuan suporter PSS Sleman nekat hadir ke Kudus meski ada larangan, tim tamu berhasil meraih poin penuh, dan suasana persaudaraan antar-suporter sebenarnya tetap terjaga di balik panasnya pertandingan.

Pertandingan Berakhir untuk Kemenangan PSS

Meski sempat diwarnai sedikit insiden kericuhan, jalannya pertandingan sendiri tetap berlangsung. PSS Sleman tampil solid dan berhasil mengunci kemenangan 3-1 atas tuan rumah Persiku Kudus.

Gol-gol kemenangan Laskar Sembada disambut meriah oleh ribuan pendukung mereka yang hadir di Stadion Wergu Wetan. Suporter PSS yang duduk di tribun atas tetap memberikan dukungan penuh sepanjang laga tanpa terprovokasi insiden sebelumnya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore