Persebaya Surabaya terus meningkatkan kualitas terbaik mereka dari pekan ke pekan. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Performa Persebaya Surabaya kembali menjadi sorotan tajam. Sang pelatih Eduardo Perez memilih pasang badan menghadapi kritik keras yang ditujukan pada timnya jelang laga krusial kontra Persija Jakarta.
Dalam enam laga awal musim ini, Green Force hanya mampu meraih tiga kemenangan, sekali imbang, dan dua kekalahan.
Produktivitas gol juga tergolong minim dengan hanya delapan gol tercipta, dua di antaranya lahir lewat titik putih.
Kritik terhadap skema permainan Persebaya Surabaya datang dari berbagai pihak, bahkan dari Presiden Klub Azrul Ananda.
Seusai menyaksikan langsung kemenangan tipis 1-0 atas Semen Padang di Stadion Gelora Bung Tomo, Azrul terang-terangan menyebut permainan tim sangat buruk.
Padahal musim ini Persebaya Surabaya tampil dengan skuad lebih mentereng dibanding musim lalu.
Jika sebelumnya hanya diperkuat enam pemain asing di putaran pertama, kini sejak awal kompetisi manajemen langsung mendatangkan sepuluh pemain asing.
Dengan materi pemain yang lebih mewah, publik menuntut Persebaya Surabaya tampil lebih garang di atas lapangan. Namun yang terjadi, justru permainan mereka dianggap belum solid dan cenderung tidak konsisten.
Menanggapi sorotan tajam tersebut, Eduardo Perez tetap tenang. Pelatih asal Spanyol itu menyatakan sangat puas dengan kerja keras para pemain meski performa tim belum stabil.
“Ya, Anda tahu, bagi saya, saya sangat senang dengan para pemain. Separuh dari skuad ini datang ketika saya melatih,” ucap Eduardo Perez menegaskan keyakinannya terhadap skuad Green Force.
Menurut Eduardo Perez, Persebaya Surabaya masih dalam fase membangun tim yang kompak. Adaptasi pemain baru dengan taktik dan atmosfer kompetisi Super League menjadi proses yang tidak bisa dilewati begitu saja.
“Kami sedang dalam proses untuk berkembang, tetapi sampai sekarang saya sangat senang dengan penampilan tim,” imbuh Eduardo Perez.
Musim ini, beberapa pemain asing bahkan pertama kali merasakan kompetisi Indonesia. Nama-nama seperti Mihailo Perovic, Milos Raickovic, hingga Diego Mauricio masih perlu waktu menyatu dengan gaya bermain Persebaya Surabaya.
Eduardo Perez menyadari hasil enam laga awal belum sepenuhnya memuaskan. Namun ia menekankan perjalanan masih panjang dan timnya berusaha berkembang setiap pertandingan.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Hasil Piala Presiden: Persebaya Surabaya vs Arema FC 1-0, Yuran Fernandes Gacor!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
