
Ketum PSSI Erick Thohir telah memberikan perkembangan proses naturalisasi Ole Romeny dan Jairo Riedewald. (Instagram/erickthohir)
JawaPos.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengungkapkan bahwa Indonesia akan segera memiliki direktur teknik (Dirtek) baru dalam waktu dekat. Dia mengungkap syarat dan kriteria sosok yang bakal diumumkan pada akhir Februari mendatang.
Posisi direktur teknik PSSI saat ini masih kosong. Sosok terakhir yang mengisi pos tersebut ditempati oleh Indra Sjafri, pelatih tersukses di Indonesia.
Namun dalam setahun terakhir, Indra Sjafri sudah fokus dan sibuk menangani Timnas Indonesia U-20. Kondisi itu membuat dirinya menanggalkan jabatannya sebagai direktur teknik PSSI.
PSSI sebenarnya sempat memiliki ancang-ancang untuk menunjuk dirtek PSSI baru. Dia adalah Frank Wormuth, yang semula dicoba sebagai konsultan pelatih Timnas Indonesia U-17.
Tapi pelatih asal Jerman itu hanya bertahan enam bulan sampai Desember 2023 atau usai Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia. Dia tak dilanjutkan prosesnya untuk menjadi dirtek PSSI.
Sejak saat itu, PSSI tak punya lagi yang namanya direktur teknik. Padahal, posisi itu sangat krusial karena jadi kunci dalam arah perkembangan sepak bola Indonesia, terutama tim nasional mulai dari kelompok usia hingga senior.
Kini setelah ketidakjelasan, Erick Thohir menyebut PSSI akan segera memiliki direktur teknik. Federasi tengah bergerak mencari sosok yang tepat untuk menempati jabatan tersebut.
"Mencari figur dirtek yang tepat tidak mudah karena memang kan di Indonesia sendiri sudah ada beberapa figur pelatih yang juga punya trek rekor dan hasil yang bagus," kata Erick Thohir dalam keterangan resminya.
"Jadi kita masih cari figur yang benar-benar bisa dihormati dan juga mengerti bagaimana rencana sepak bola Indonesia ke depan," tambahnya.
Selain dihormati dan paham rencana sepak bola Indonesia, Erick Thohir juga ingin dirtek PSSI nanti bersedia untuk tinggal di Indonesia sepenuhnya. Kriteria-kriteria itu yang jadi tantangan bagi PSSI dalam mencari dirtek.
"Kita sempat ada tiga nama, bulan yang lalu saya sudah yakini tapi ya kita berubah lagi tapi mudah-mudahan akhir Februari ini bisalah diumumkan. Dirtek harus bisa bertukar pikiran dengan pelatih senior pelatih U-23, U-20, U-17," terang Erick.
"Dia juga bisa mulai turun ke daerah menyampaikan filosofi sepak bola Indonesia seperti apa ke depan, memang kita sudah ada formulanya sebelumnya tapi kan kembali sepak bola berkembang," ucapnya menambahkan.
Lebih lanjut Erick menyarakan bahwa filosofi sepak bola sangat penting untuk Timnas Indonesia. Sebab, adanya filosofi dapat membuat perkembangan sepak bola nasional berjalan ke arah yang benar.
"Kita harus yakini memang negara yang punya filosofi sepak bola itu yang akan konsisten untuk bisa punya hasil yang baik secara kontinyu. Jadi bukan karena sebuah generasi emas lalu punya prestasi yang bagus tetapi habis itu terputus," ucapnya.
"Nah ini bagaimana Indonesia juga bisa terus konsisten melahirkan generasi yang baik dan hasil yang baik ya ini memang perlu kerjasama semua tak mudah tapi ya kita coba," pungkas Erick Thohir.
