
Gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye memegang bendera merah putih di hotel Fairmont, Jakarta.
JawaPos.com - Gelandang Thom Haye akhirnya buka suara soal reaksi jujur dan sesungguhnya saat mengetahui Shin Tae-yong (STY) didepak sebagai pelatih Timnas Indonesia. Dia mengaku kaget, tapi coba memahami keputusan yang diambil oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Awal Januari jadi periode yang cukup mengejutkan dan ramai terkait pelatih Timnas Indonesia. PSSI memutus kontrak Shin Tae-yong pada 6 Januari dengan alasan adanya masalah komunikasi dan kepemimpinan dalam tim.
Dua hari berselang, PSSI mengumumkan Patrick Kluivert sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Legenda sepak bola Belanda itupun diperkenalkan secara resmi pada 12 Januari beserta dua asistennya, Alex Pastoor dan Denny Landzaat.
Sejumlah pemain Timnas Indonesia sempat mengucapkan perpisahan kepada Shin Tae-yong dan menyambut Patrick Kluivert. Tak terkecuali dengan Thom Haye. Namun semuanya sebatas perpisahan dan penyambutan singkat.
Thom Haye baru memberikan reaksi sesungguhnya secara jujur melalui podcast pribadinya, The Haye Way. Dia mengaku cukup kaget dengan pemecatan yang dialami Shin Tae-yong.
"Ketika saya mendengar STY pergi, sejujurnya sedikit mengejutkan. Namun, kembali, Anda harus selalu melihat alasan dibalik pengambilan keputusan ini. Terutama soal pelatih dan staf baru ini yang dipilih," kata Thom Haye dalam YouTube pribadinya.
Menurut Haye, pemilihan Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia yang baru, jadi ada gambaran bagaimana arah PSSI untuk skuad Garuda ke depan. Hal itupun disambut baik olehnya sebagai pemaon.
"Pada akhirnya, Anda bisa langsung melihat ide dan arah yang diinginkan PSSI. Tentu, kami sebagai pemain yang terpenting adalah kita mempercayai proses," ungkap pemain Almere City ini.
"Satu hal yang bisa saya katakan, tentu banyak pemain yang datang (ke Timnas Indonesia) beberapa bulan ke belakang untuk ikut serta dalam proyek ini. Saya pikir semuanya ingin bermain untuk Timnas, namun juga sekitarnya. Terutama pak Erick Thohir sangat berkomitmen," tambah Haye.
Setahun terakhir pemain keturunan memang semakin banyak membela Timnas Indonesia. Mereka ingin ikut sertandalam proyek PSSI pimpinan Erick Thohir, yakni lolos ke Piala Dunia.
Mimpi itu sudah dekat dengan kenyataan pada saat ini. Timnas Indonesia ada di urutan ketiga dalam klasemen grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Garuda bisa mengamankan tiket lolos bila menempati posisi kedua.
"Kita semua punya tujuan dan impian yang sama. Saya pikir semua hal yang terjadi saat ini datang dari pola pikir yang ingin kita capai dan bangun. Tentu, kita semua ingin mencapai tujuan kami yaitu Piala Dunia," ucapnya.
"Lalu, juga dalam jangka panjang kami ingin mengembangkan sepakbola Indonesia. Semua hal yang kita inginkan tertanam di dalam pikiran," jelas Haye menambahkan.
Pemain berjuluk Profesor itupun menyatakan kepercayaannya kepada PSSI dan Erick Thohir. Dia pun berjanji akan memberikan segalanya, siapapun pelatihnya.
"Seperti yang saya katakan, saya selalu percaya dengan proses dan pak Erick Thohir memutuskan untuk mengubahnya ke arah yang berbeda serta staf baru. Sebagai sebuah kelompok, dan semua pihak yang berada di belakang ini, satu-satunya hal yang bisa kita lakukan yaitu bekerja keras, melanjutkan perjalanan, dan memberikan segalanya," pungkas Haye.
