
Tyronne del Pino siap mengantarkan Persib meraih kemenangan di markas PSBS Biak. (Instagram/tyronne11)
JawaPos.com - Sosok Tyronne Del Pino kini menjadi pemain yang dielu-elukan para Bobotoh berkat performa impresifnya musim ini. Catatan sembilan gol dan tujuh assist dari 17 laga Liga 1 menjadi bukti yang tak terbantahkan.
Namun peningkatan performanya musim ini dilalui Tyronne dengan tidak mudah. Didatangkan ke Persib saat era kepelatihan Luis Milla pada musim 2023/2024, pemain bertinggi badan 180 cm harus menerima kenyataan pahit.
Saat menjalani laga debutnya di Maung Bandung menghadapi Madura United, Tyronne Del Pino langsung mengalami cedera di pertengahan laga. Setelah diperiksa, ia divonis mengalami cedera tendon achilles dan memaksunya absen untuk pemulihan hingga paruh musim pertama.
"Saat itu (laga debut) adalah hari yang sangat-sangat buruk, dan terima kasih Tuhan saya bisa keluar dari keterpurukan itu dan kini menjadi lebih baik. Saya menjalani debut bersama Persib tetapi saya justru cedera (tendon achilles), sehingga saya merasa tidak bisa memenuhi ekspektasi para Bobotoh," kenang Tyronne yang menurutnya merupakan salah satu momen kelam dalam karir sepak bolanya, seperti dikutip dari akun YouTube resmi Persib.
Ia mengaku kecewa dengan dirinya juga, namun ia juga bisa memaklumi bahwa dalam sepak bola segalanya bisa terjadi, termasuk cedera.
"Saya adalah orang yang paling merasakan kecewa karena gagal menampilkan performa terbaik dan malah cedera. Saya pun bertekad keras untuk sembuh dengan menjalani pemulihan cedera di Spanyol, dan ketika saya kembali, saya ingin membuktikan bahwa performa saya akan lebih kuat lagi," imbuhnya.
Setelah sembuh dari cedera, ia kemudian ingin kembali bermain. Tyronne pun meminta izin menjajaki kemungkinan bermain di Thailand lagi.
"Setelah sembuh, saya berlatih lagi sekitar dua bulan, dan rindu bermain sepak bola. Saya pun berbicara kepada pelatih, perwakilan manajemen, untuk menjajaki bermain kembali di Thailand. Ratchaburi FC ternyata mau meminjam saya dari Persib, dan saya pun sangat berterima kasih kepada Ratchaburi karena mau memberi kesempatan saya kembali bermain," ungkap pemain asal Spanyol ini.
Performa Tyronne bersama Ratchaburi FC sebenarnya cukup impresif. Hanya bermain setengah musim, ia mencetak enam gol dan dua assist. Pelatih Persib, Bojan Hodak pun menilai Tyronne sudah kembali ke permainan terbaiknya. Ia pun ditawari kembali ke Persib untuk mengarungi musim ini.
Sayangnya, saat turnamen pra musim Piala Presiden 2024, Persib gagal juara, padahal menyandang status sebagai juara Liga 1 musim lalu. Bobotoh pun kecewa berat, bahkan Tyronne juga menjadi sasaran bully di media sosial.
"Saya memaklumi Bobotoh kecewa, termasuk pada saya. Ya begitulah sepak bola, dibutuhkan sebuah proses, termasuk proses saya kembali ke penampilan terbaik setelah cedera, karena saya harus kembali beradaptasi dengan pelatih baru, pemain yang telah lama tidak bermain bersama saya," kenangnya.
Namun, Tyronne telah bertekad menjadi lebih kuat setelah cedera. Dan hal itu ia buktikan musim ini, dimana dalam 17 pertandingan Liga 1 yang telah ia mainkan, ia mencetak sembilan gol dan tujuh assist, sekaligus merubah cacian menjadi pujian.
"Saya senang bisa bermain baik dan berkontribusi besar bagi tim. Statistik individual memang sangat penting, karena hal itu juga membantu meraih kemenangan bagi tim yang saya bela," terangnya.
