Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Januari 2025, 03.00 WIB

Pemain Bali United Yabes Roni Alami Serangan Rasisme, Lapor ke APPI dan Tempuh Jalur Hukum!

Yabes Roni. - Image

Yabes Roni.

JawaPos.com - Kasus rasisme kembali mencemarkan persepakbolaan Indonesia. Kali ini menimpa pemain Bali United, Yabes Roni. Ia mendapat serangan bernada rasis saat timnya menjamu Persib Bandung pada Selasa (7/1/2025) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Yabes Roni menjelaskan bahwa komentar bernada rasis ditujukan kepada dirinya melalui akun Instagram resmi Bali United dan pesan langsung di akun Instagram pribadinya.

Rasisme terjadi setelah pertandingan melawan Persib Bandung,” kata Yabes Roni, Jumat (10/1) seperti dikutip dari Bali Express (Jawa Pos Grup).

Ia pun memutuskan untuk melaporkan tindakan rasisme tersebut ke Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI).

Pemain yang berposisi sebagai bek kiri tersebut berharap agar laporannya bisa ditindaklanjuti oleh pihak berwenang agar tindakan berbau rasisme tidak terjadi lagi di persepakbolaan Indonesia.

Ia juga dengan tegas menyuarakan penolakannya terhadap rasisme dengan, menyatakan "tidak ada ruang untuk rasisme" melalui unggahan di akun media sosialnya @yabezh_roni11. 

Menanggapi laporan dari Yabes, APPI pun turut mempublikasikan ancaman hukuman bagi pelaku rasisme dan perundungan melalui akun resmi mereka @appi.official.

APPI menegaskan bahwa pelaku dapat dijerat dengan Pasal 28 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Berdasarkan Pasal 45 A ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 11 Tahun 2008, ancaman hukuman bagi pelaku adalah pidana penjara maksimal enam tahun dan/atau denda maksimal Rp 1 miliar.

Kejadian ini merupakan yang kedua kalinya menimpa pemain Bali United dalam dua musim terakhir. Musim lalu, Privat Mbarga yang merupakan pemain asing Bali United juga mendapat perlakuan rasisme oleh oknum suporter usai menghadapi Persija Jakarta.

Jika kali ini Yabes Roni akan membawanya ke ranah hukum, pada kasus Privat Mbarga musim lalu, oknum suporter pelaku tindakan rasisme telah dipertemukan dengan Privat dan berakhir damai.

Sementara itu, menanggapi dua pemainnya sempat terkena serangan rasisme dalam dua musim berturut-turut, Coach Stefano Cugurra meminta suporter untuk respek terhadap para pemain.

“Saya pikir kita semua harus respek dengan orang lain atau pemain dan dalam sepak bola harus bisa terima hasil dari suatu pertandingan agar suporter tidak terbawa emosi,” ungkap Coach Teco seperti dikutip dari laman resmi Bali United.

Baca Juga: Potensi Boris Kopitovic Debut Bersama Bali United Hadapi Persik Kediri, Teco Khawatir Wasit
 
Pelatih dengan raihan tiga trofi ini memberikan dukungan untuk para pemainnya yang mendapatkan tindakan rasisme tersebut untuk tetap memiliki semangat dan determinasi tinggi bersama tim yang dibelanya.

“Pasti situasi kurang bagus dalam tim dan kami dari tim pelatih hanya bisa support pemain itu untuk tetap punya semangat bermain di lapangan untuk berikan yang terbaik dengan tim,” tegas pelatih asal Brasil itu.

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore