
Ilustrasi NDRC Indonesia. (Dok. NDRC)
JawaPos.com - National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia resmi mendapatkan pengakuan dari FIFA pada 7 Januari lalu. Hal ini membuktikan bahwa PSSI terus berupaya membentuk iklim persepakbolaan nasional yang maju dan diperhitungkan di dunia internasional.
Mungkin banyak masyarakat maupun pecinta sepak bola nasional yang belum mengetahui apa itu NDRC. Mengutip dari Regulasi Badan Sengketa Nasional, NDRC (National Dispute Resolution
Chamber) Indonesia adalah badan peradilan arbitrase nasional di bidang olahraga sepak bola asosiasi di Indonesia yang mempunyai kompetensi untuk menyelesaikan sengketa sebagaimana diatur dalam peraturan atau regulasi tersebut.
Yurisdiksi NDRC Indonesia seperti yang diatur dalam regulasi memiliki wewenang menangani setiap sengketa di antara klub sepak bola dengan pemain, yang terkait dengan hubungan kerja dan stabilitas kontrak, sesuai aturan FIFA dan PSSI.
Wewenang lainnya adalah menangani sengketa terkait dengan kompensasi latihan dan kontribusi solidaritas antara sesama klub sepak bola maupun antara klub sepak bola dengan Sekolah Sepak Bola (SSB).
Ada sejumlah fakta menarik mengenai NDRC Indonesia yang perlu diketahui oleh pecinta sepak bola Tanah Air, yang kini sudah menyelesaikan banyak perkara terkait sengketa persepakbolaan.
1. Dibentuk pada Juli 2019
NDRC Indonesia resmi dibentuk pada Juli 2019 lalu. Mengutip dari laman PSSI, pembentukannya kala itu diawali dengan seminar oleh PSSI yang melibatkan FIFA, FIFPRO, APPI serta perwakilan klub liga 1 dan liga 2.
Pembentukan NDRC ini akan menjadi tempat pengaduan, khususnya pemain di liga Indonesia. Badan ini juga bisa menjadi wadah penyelesaian masalah dan sengketa yang berhubungan dengan sepak bola.
2. Indonesia menjadi pilot project pembentukan NDRC
Dalam keterangannya saat itu, Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria mengatakan, PSSI ditunjuk FIFA sebagai federasi pilot project dalam pengembangan NDRC.
Sementara itu, menurut FIFA Director Football Regulatory, Omar Ongrano, alasan dipilihnya Indonesia menjadi salah satu negara dalam pilot project pengembangan NDRC karena kemampuan negara terbesar di Asia Tenggara ini untuk bangkit pasca aktivitas persepakbolaannya sempat terhenti akibat pembekuan.
Sebagai informasi, total empat negara pilot project NDRC lainnya yang dipilih FIFA adalah Kosta Rika, Slovakia, Malaysia dan Indonesia.
3. Satu-satunya dari Asia yang diakui FIFA
PSSI menjadi satu-satunya federasi sepak bola di Asia yang memiliki NDRC dengan status diakui oleh FIFA. Selain Indonesia, hanya empat negara lain yang telah mendapatkan pengakuan serupa, yaitu Royal Belgian Football Association (RBFA), The Football Association (The FA) dari Inggris, French Football Federation (FFF) dari Prancis, dan Football Association of Ireland (FAI) dari Republik Irlandia.
Pengakuan ini juga menunjukkan bahwa PSSI telah berupaya menjadikan sepak bola Indonesia turut mengedepankan perlindungan atas kontrak pemain dan pelatih sepak bola.
